STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT United Tractors Tbk (UNTR) telah memutuskan untuk menghentikan pembelian kembali saham atau buyback di Bursa Efek Indonesia terhitung sejak tanggal 14 Januari 2026. Penghentian program buyback saham ini lebih cepat dari rencana semula yakni tanggal 30 Januari 2026.
Menurut Ari Setiawan, Corporate Secretary UNTR dalam pengumuman, Rabu 14 Januari 2026, penghentian buyback saham dilakukan dengan alasan telah terpenuhi dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham UNTR.
“Dengan mempertimbangkan sisa dana Pembelian Kembali Saham saat ini yang tersisa sebesar Rp9.729.298, Perseroan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan pembelian kembali saham terhitung sejak 14 Januari 2026,” ujarnya.
Arif menjelaskan, selama periode buyback saham di Bursa Efek Indonesia, perseroan telah melakukan pembelian kembali sebanyak 68.519.800 lembar saham UNTR dengan nilai keseluruhan mencapai Rp1.999.990.270.702.
Arif menegaskan bahwa penghentian pembelian kembali saham atau buyback tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Merujuk pada Keterbukaan Informasi Perseroan perihal Rencana Pembelian Kembali Saham dalam Kondisi Pasar yang berfluktuasi Secara Signifikan tanggal 30 Oktober 2025, disampaikan bahwa Perseroan akan melaksanakan pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun. Dana ini tidak termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain terkait buyback saham
Jumlah saham yang akan dibeli kembali tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Adapun jumlah saham free float setelah pelaksanaan pembelian kembali saham paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.
Pada perdagangan sesi I, Kamis 15 Januari 2026, saham UNTR tercatat Rp31.350 per unit, turun 0,48% dibanding sehari sebelumnya di Rp31.500 per unit. (konrad)
