Refinancing dan Modal Kerja, BCAP Rilis Obligasi Rp390 Miliar
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Obligasi Berkelanjutan PT MNC Kapital Indonesia (BCAP) IV Tahap II Tahun 2024 senilai Rp390 miliar akan ditawarkan kepada investor pada 25-27 Juni 2024. Penjatahan dan distrib...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Obligasi Berkelanjutan PT MNC Kapital Indonesia (BCAP) IV Tahap II Tahun 2024 senilai Rp390 miliar akan ditawarkan kepada investor pada 25-27 Juni 2024. Penjatahan dan distribusi obligasi secara elektronik dilakukan pada 28 Juni ย 2024 dan 2 Juli 2024. Sedangkan ย pencatatan obligasi BCAP di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Juli 2024.
Direksi BCAP dalam prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi yang diumumkan, Kamis ย (6/6/2024), menjelaskan, obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan IV BCAP senilai total Rp650 miliar.
Obligasi BCAP tersebut terdiri atas Seri A dengan jumlah pokok Rp171,715 miliar memiliki bunga tetap 10,25% per tahun ย berjangka waktu 370 hari kalender, ย seri B sebesar Rp10,005 miliar dengan bunga tetap 11,75% per tahun memiliki tenor tiga tahun, dan seri C Rp2,325 miliar berjangka waktu lima tahun dan bunga tetap 12,50% per tahun. Adapun sisa dari jumlah pokok obligasi sebesar Rp205,955 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).
Bunga obligasi akan dibayarkan tiap tiga bulan dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 2 Oktober 2024, sedangkan pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi, masing-masing pada 12 Juli 2025 untuk obligasi seri A, 2 Juli 2027 untuk obligasi seri B, ย dan 2 Juli 2029 untuk obligasi seri C.
Dana hasil penawaran umum obligasi (PUB), setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, sebesar 55,5% digunakan untuk pelunasan (refinancing) seluruh pinjaman Obligasi Berkelanjutan III BCAP Tahun 2023 Tahap II yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2024, sekitar 25,6% untuk tambahan modal kerja entitas anak, yaitu PT MNC Sekuritas , dan sisanya untuk modal kerjaย Perseroan.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah