back to top

RI-AS Teken Investasi USD 38,4 Miliar! Freeport Diperpanjang hingga 2061 dan Rencana Beli 50 Pesawat Boeing

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON DC) – Hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat (AS) semakin kokoh. Sebanyak 11 nota kesepahaman (MoU) bernilai investasi jumbo USD 38,4 miliar resmi diteken oleh para pelaku usaha kedua negara.

Penandatanganan kesepakatan strategis ini berlangsung di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington DC. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung prosesi tersebut.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor vital. Mulai dari perdagangan energi, pertanian, hingga teknologi.

“Penandatanganan 11 MoU ini merupakan turunan dari Agreement for Reciprocal Trade,” ujar Airlangga dalam keterangan pers daring dari Washington DC, Kamis malam (19/2/2026) atau Jumat pagi (20/2/2026) WIB.

Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah sektor pertambangan. Airlangga menyebut adanya kesepakatan perpanjangan operasional Freeport-McMoRan dari tahun 2041 hingga 2061.

Selain itu, kerja sama ini juga menyasar hilirisasi industri. Indonesia dan AS sepakat mengembangkan silika hingga menjadi silika iron untuk kebutuhan produksi semikonduktor. Sektor lain yang disepakati meliputi pembelian jagung, kapas, furnitur, hingga pengembangan kawasan industri.

Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), membeberkan detail rencana pengadaan armada udara. Indonesia berencana memboyong puluhan pesawat dari produsen asal AS, Boeing.

“Ada rencana pembelian 50 pesawat oleh Boeing yang nantinya kita akan bicarakan dengan Boeing,” kata Rosan.

Menurut Rosan, pembicaraan awal dengan pihak Boeing sudah mulai dilakukan. Pemerintah akan terus menindaklanjuti rencana tersebut sebagai bagian dari penguatan sektor transportasi udara nasional.

Tidak hanya pesawat, Indonesia juga membidik ketahanan energi. Terdapat kesepakatan untuk mendatangkan pasokan gas dan minyak mentah (crude oil) dari Negeri Paman Sam.

“Ada kesepakatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya USD 15 miliar per tahunnya,” ungkap Rosan.

Rosan menjelaskan implementasi sejumlah poin investasi ini nantinya akan berada di bawah ruang lingkup Danantara. Pemerintah juga sedang menjajaki berbagai peluang investasi lain yang masuk dalam daftar rencana (on the pipeline).

Fokus utama investasi ke depan akan menyasar bidang minyak dan gas bumi serta sektor potensial lainnya. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kerja sama ekonomi yang lebih erat antara kedua negara.

Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir mendampingi Airlangga dan Rosan yakni Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain itu, hadir pula Duta Besar RI untuk AS Indroyono Susilo.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan 11 MoU Senilai US$38,4 Miliar di Business Summit US-ABC

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan...

Era Baru Ekonomi RI-AS: Prabowo-Trump Teken Perjanjian Dagang ‘New Golden Age’

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON D.C) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi...

Gubernur BI, Ekonomi Indonesia Diperkirakan Tumbuh 5,7% pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) memprakirakan pertumbuhan ekonomi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru