Saham Gunung Raja Paksi (GGRP) Disuspensi BEI, Apa yang Terjadi?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP). Suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mu...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP). Suspensi ini berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi pertama pada 20 November 2024 hingga pemberitahuan lebih lanjut. Langkah ini diambil setelah terjadi penurunan harga saham GGRP yang cukup tajam.
Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, menjelaskan bahwa suspensi ini dilakukan karena harga saham GGRP turun secara signifikan. โSebagai bentuk perlindungan bagi Investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham Gunung Raja Paksi GGRP,โ katanya, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (20/11/2024).
Pada 19 November 2024, saham GGRP turun Rp20 atau 8,62%, sehingga harganya menjadi Rp212 per unit. Volume transaksi pada hari itu mencapai 1,48 juta unit, dengan total transaksi sebesar Rp315,08 juta. Tercatat ada 148 kali transaksi yang dilakukan.
BEI berharap keputusan suspensi ini memberi waktu bagi investor untuk lebih mempertimbangkan keputusan investasi mereka. Langkah ini juga diambil untuk menjaga stabilitas pasar dan memberikan ruang bagi investor untuk menganalisis lebih lanjut.
BEI juga menghimbau investor untuk terus memantau pengumuman resmi dari BEI terkait perkembangan lebih lanjut mengenai saham GGRP. โBursa mengimbau kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,โ tandas Aji.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro