STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memberikan penjelasan terkait penghentian sementara (suspensi) perdagangan sahamnya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Suspensi ini berlaku sejak sesi I perdagangan Rabu, 14 Januari 2026.
Iwan Luison, Direktur Keuangan IFSH, menyebut suspensi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga saham yang signifikan di pasar. Hal ini disampaikan dalam paparan publik insidentil secara daring, Kamis (22/1/2026).
Manajemen mengaku tidak memiliki informasi material lain yang belum disampaikan kepada publik. Iwan menduga kenaikan harga saham IFSH dipicu oleh sentimen harga nikel dunia yang sedang menguat.
“Menilik dari harga LME yang naik menjadi 18.000 di awal-awal bulan Januari dan kita lihat teman-teman saham harga perusahaan nikel yang lain juga ada kenaikan, bisa jadi ini salah satu alasannya,” ujar Iwan.
Selain harga komoditas, faktor volatilitas pasar turut memengaruhi pergerakan saham perusahaan. Berdasarkan data Bursa, saham IFSH melonjak tajam 25% ke level Rp2.100 pada Selasa (13/1/2026).
Harga tersebut menjadi rekor tertinggi tahun berjalan dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp4,46 triliun. Padahal, harga terendah IFSH pada awal tahun ini sempat menyentuh Rp815 per lembar.
Sebagai informasi, IFSH resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 19 Desember 2019. Hingga 13 Januari 2026, kapitalisasi pasar emiten pertambangan ini mencapai Rp4,46 triliun. Kepemilikan saham mayoritas masih dipegang oleh PT Fajar Mining Resources sebesar 40,8%.
