Selasa, Januari 20, 2026
30 C
Jakarta

Saham Ini Sempat Disuspensi BEI, Sekarang Kembali Bisa Diperdagangkan Lagi!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK). Saham dan Waran Seri I PACK mulai bisa diperdagangkan kembali pada sesi I, Kamis (6/2/2025).

“Berdasarkan penilaian bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai serta Waran Seri I PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK-W) di Seluruh Pasar dibuka kembali mulai sesi I tanggal 6 Februari 2025,” ujar Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis 6/2/2025).

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham PACK sejak 20 Januari 2025. Penghentian ini dilakukan karena lonjakan harga saham yang dinilai tidak wajar. “Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan,” tutur Aji.

Suspensi diberlakukan setelah saham PACK mengalami kenaikan tajam. Pada penutupan perdagangan Jumat (17/01/2025), saham ini naik Rp170 atau 9,94% menjadi Rp1.880 per lembar. Volume transaksi mencapai 918 ribu saham dengan total nilai Rp1,73 miliar. Saham ini juga diperdagangkan sebanyak 43 kali.

Setelah suspensi dicabut, investor dapat Kembali mentransaksikan saham PACK mulai hari ini.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emiten Happy Hapsoro BUVA Berencana Rights Issue II, Terbitkan Hingga 50 Miliar Saham Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)...

Naik 0,24%, IHSG Sesi I ke 9.155,408 Berkat Saham-Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Borong 362,716 Juta Saham Super Bank (SUPA), DB Holdings Ltd Kuasai 11,10%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- DB Holdings Pte, Ltd, salah satu pemegang...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru