Senin, Januari 12, 2026
23.8 C
Jakarta

Sempat Disuspensi BEI karena Meroket, Saham Ini Sudah Bisa Diperdagangkan Lagi!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Arthavest Tbk (ARTA) mulai sesi I pada 25 Juli 2025. Investor sudah bisa membeli dan menjual saham ARTA di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan langsung informasi ini melalui keterbukaan informasi. “Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham ARTA di Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 25 Juli 2025,” ujarnya, dikutip Jumat (25/7/2025).

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham ARTA pada 24 Juli 2025. Suspensi dilakukan sebagai langkah cooling down menyusul lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Arthavest Tbk (ARTA),” jelas Yulianto.

BEI menilai penting memberi waktu bagi pelaku pasar untuk mencermati informasi yang ada sebelum membuat keputusan investasi. Investor juga diingatkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari emiten.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 23 Juli 2025, saham ARTA melonjak 18,96% dan ditutup di level Rp3.890 per saham. Harga ini naik Rp620 dari hari sebelumnya.

Saham ARTA sempat dibuka di harga Rp3.270 dan bergerak liar di rentang Rp3.040 hingga Rp4.080 sepanjang hari. Kenaikan tajam ini membuat kapitalisasi pasar ARTA menembus Rp1,74 triliun.

Saat ini, saham ARTA tercatat memiliki rasio price to earnings (P/E) sangat tinggi, yaitu 188,68 kali. Dividen yield-nya berada di angka 0,72%.

Selama satu tahun terakhir, harga saham ARTA pernah menyentuh level tertinggi di Rp4.080 dan terendah di Rp1.800. Emiten ini rutin membagikan dividen kuartalan sebesar Rp7,00 per lembar saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Diungkit Sederet Saham Ini, IHSG Sesi I Naik 0,13% ke 8.947,963

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Pengendali Jual 878,377 Juta Saham BCIC di Harga Atas, Kantongi Cuan Rp272,29 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemegang saham pengendali PT Bank JTrust Indonesia...

IPOT Rekomendasikan Beli Saham Sektor Properti dan Tambang, Ini Daftar Sahamnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru