Kamis, Januari 15, 2026
25.8 C
Jakarta

Siasati Pasar Lesu, SIG Perkuat Kolaborasi dan Semen Hijau untuk Bidik Peluang 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kondisi overcapacity dan perlambatan pasar semen domestik menghantui sepanjang tahun 2025. Namun, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tidak tinggal diam mengikuti arus pasar.

Emiten berkode saham SMGR ini menggelar SIG Infrastructure Summit bertema ”Bangga Bangun Indonesia”. Acara tersebut bertujuan menyiasati persaingan industri yang semakin ketat.

SIG ingin menciptakan peluang bisnis baru pada tahun 2026. Perusahaan memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menjelaskan transformasi bisnis terus berlanjut. Perusahaan menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung inovatif. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis.

SIG juga berusaha hadir lebih dekat dengan pelanggan di tiap daerah. Tata kelola rantai pasok ditingkatkan agar lebih efektif dan efisien.

“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi. Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” kata Dicky Saelan di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, Desember 2025 lalu.

Sektor perbankan turut melihat adanya potensi pemulihan ekonomi nasional. VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, memproyeksikan penjualan semen nasional tumbuh sekitar 2,5% pada 2026.

Pertumbuhan ini bakal didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti. Meski begitu, tantangan overcapacity dan tingkat utilisasi belum optimal masih membayangi industri. Pelaku industri dituntut terus beradaptasi melalui inovasi dan penguatan nilai tambah.

Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, mengajak seluruh pihak mewujudkan konstruksi berkelanjutan. Caranya melalui penggunaan material bangunan ramah lingkungan dan rendah karbon.

Reni memperkenalkan inovasi semen hijau SIG. Produk ini mampu menekan emisi karbon hingga 38% dibanding semen konvensional. Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk ini juga sangat tinggi mencapai di atas 90%.

Salah satu merek unggulannya adalah semen hidraulis PwrPro. Produk ini telah digunakan pada berbagai proyek strategis nasional. Contohnya Thamrin Nine Tower, Flyover Purwosari, hingga Kawasan Industri Batang.

SIG juga mendorong penggunaan bata interlock presisi. Produk turunan semen hijau ini disiapkan mendukung program 3 juta rumah per tahun dari pemerintah.

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian, menegaskan komitmen perusahaan dalam dekarbonisasi. Inovasi material dan teknologi menjadi kunci menjaga keandalan infrastruktur.

“Kami meyakini pembangunan infrastruktur Indonesia harus sejalan dengan agenda transisi menuju rendah karbon agar Indonesia tetap kompetitif dan berdaya saing di tingkat global. Melalui SIG Infrastructure Summit, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi, menggali peluang proyek strategis, dan bersama-sama menghadirkan solusi konstruksi berkelanjutan yang memberikan nilai tambah nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujar Andriano Hosny Panangian.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Serahkan Tersangka Perkara Tindak Pidana Pasar Modal Sriwahana Adityakarta (SWAT)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyelesaikan...

RKAB 2026 Disetujui Pemerintah, Vale Indonesia (INCO) Siap Tancap Gas Lagi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membawa...

OJK dan Breskrim Polri Kolaborasi, Perkuat Penanganan Pengaduan pada Indonesia Anti-Scam Centre

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru