STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau disebut BRI menilai keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dapat memperkuat stabilitas likuiditas perbankan dan menopang penyaluran kredit. Hal itu disampaikan Farida Thamrin, Direktur Treasury and International Banking BRI.
Farida menilai kebijakan ini dapat memberi kepastian likuiditas bagi industri perbankan di tengah dinamika pasar keuangan. Sebelumnya, pemerintah memperpanjang jatuh tempo penempatan dana tersebut menjadi September 2026, dari sebelumnya 13 Maret 2026.
Menurut Farida, terjaganya likuiditas perbankan akan berdampak positif terhadap transmisi kebijakan fiskal ke sektor riil. “Dan untuk hal ini juga tentunya kalau stabilitas likuditasnya terjaga, maka transmisi kebijakan fiskal sektor riil itu juga akan semakin terjaga,” kata Farida dalam konferensi pers paparan Kinerja BRI 2025 secara virtual di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Farida mengungkapkan, seluruh dana SAL yang diterima BRI telah disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit ke berbagai segmen. Porsi terbesar disalurkan ke sektor mikro yang mencapai hampir 50%, disusul segmen small and medium enterprise (SME), konsumer, serta sebagian kecil ke korporasi.
“Dari sisi sektoral, kredit tersebut mengalir ke berbagai sektor riil seperti pertanian, kehutanan, perikanan, serta sektor-sektor produktif lain yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Farida.
Dengan adanya perpanjangan ini, BRI optimistis pertumbuhan kredit perbankan ke depan akan memperoleh sentimen positif. Meski demikian, perseroan menegaskan bahwa ekspansi kredit tetap sangat bergantung pada kualitas permintaan dan kesiapan sektor riil dalam menyerap pembiayaan.
