STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) membukukan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp24,49 miliar. Angka ini melonjak tajam 1.743,6% jika dibandingkan realisasi laba bersih tahun 2024. Saat itu, Perseroan mengantongi laba sebesar Rp1,33 miliar. Merujuk laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, laba per saham dasar ikut naik menjadi Rp3,10 dari sebelumnya Rp0,18.
Pertumbuhan laba yang signifikan ini didorong oleh kenaikan pendapatan neto. Sepanjang 2025, INET meraup pendapatan sebesar Rp91,82 miliar. Capaian ini melesat 201,6% dibandingkan pendapatan tahun 2024 senilai Rp30,44 miliar.
Penyedia layanan internet menjadi kontributor utama pendapatan dengan sumbangan Rp90,28 miliar. Sementara itu, pendapatan dari jasa konstruksi tercatat sebesar Rp1,54 miliar. Sumber pendapatan ini berasal dari penyedia jaringan telekomunikasi dan proyek infrastruktur.
Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan Perseroan turut meningkat menjadi Rp47,93 miliar. Pada tahun sebelumnya, beban pokok hanya Rp19,56 miliar. Biaya bandwidth menjadi komponen pengeluaran terbesar senilai Rp32,97 miliar. Selain itu, terdapat biaya penyusutan aset tetap Rp13,40 miliar dan biaya konstruksi Rp1,16 miliar.
Manajemen juga mencatat kenaikan pada beban operasional. Beban penjualan naik menjadi Rp1,61 miliar dari sebelumnya Rp1,11 miliar. Adapun beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp11,30 miliar dari Rp8,66 miliar pada 2024. Beban keuangan atau biaya bunga juga naik menjadi Rp550,16 juta.
Dari sisi neraca, kekuatan keuangan SIAP terlihat semakin kokoh. Total aset Perseroan melonjak 230,8% menjadi Rp760,37 miliar per 31 Desember 2025. Pada akhir 2024, total aset SIAP tercatat senilai Rp229,85 miliar.
Kenaikan aset ini terutama didorong oleh kas dan setara kas yang mencapai Rp404,44 miliar. Selain itu, terdapat uang muka dan biaya dibayar di muka jangka panjang senilai Rp117,65 miliar.
Jumlah liabilitas SIAP per akhir 2025 tercatat sebesar Rp331,16 miliar. Angka ini meningkat dibanding posisi akhir 2024 senilai Rp13,98 miliar. Peningkatan liabilitas dipicu oleh uang jaminan pelanggan Rp250 miliar dan utang pajak Rp10,34 miliar.
Total ekuitas Perseroan juga mengalami pertumbuhan. Per akhir Desember 2025, ekuitas SIAP mencapai Rp429,21 miliar. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan ekuitas tahun 2024 sebesar Rp215,87 miliar.
