STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (10/4/2026) waktu setempat. Pergerakan ini didorong optimisme investor terhadap potensi penyelesaian damai antara Ukraina dan Rusia. Selain itu, pasar juga mempertimbangkan gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,37% ke posisi 614,84. Sebagian besar sektor regional dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis naik 0,17% ke level 8.259,60. FTSE MIB Italia melonjak 0,59% ke posisi 47.609,36.
Indeks IBEX 35 Spanyol meningkat 0,55% ke level 18.204,30. Sebaliknya, indeks FTSE 100 Inggris terkoreksi tipis 0,03% ke level 10.600,53. DAX Jerman juga turun tipis 0,01% ke posisi 23.803,95.
Saham sektor pertahanan Eropa jatuh sangat tajam. Kondisi ini terjadi setelah negosiator senior Ukraina memberi sinyal resolusi konflik dengan Rusia mulai terlihat. Saham Rheinmetall asal Jerman merosot 5,9%. Produsen tank Renk turun 3,9%. Spesialis teknologi militer Hensoldt juga anjlok 5,9%.
Kyrylo Budanov, asisten utama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, menyatakan negosiasi bisa mendekati penyelesaian. Hal ini memberikan harapan baru bagi pasar global. Di Timur Tengah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju bernegosiasi dengan Lebanon sesegera mungkin.
Namun, ketegangan masih membayangi wilayah tersebut. Ketua Parlemen Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai serangan berkelanjutan Israel ke Lebanon merupakan pelanggaran gencatan senjata.
Sentimen inflasi juga menjadi sorotan di Eropa. Inflasi Jerman tercatat naik menjadi 2,8% pada Maret. Kenaikan harga energi menjadi pemicu utama lonjakan tersebut.
“Kenaikan signifikan harga produk energi mendorong inflasi,” ujar Ruth Brand, Presiden Kantor Statistik Federal Jerman.
Brand menambahkan harga bahan bakar motor dan minyak pemanas melonjak tajam bagi konsumen sejak awal perang Iran. Di sisi lain, indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,9% pada Maret. Angka ini mendorong tingkat inflasi tahunan AS ke level 3,3% akibat lompatan harga minyak.
