spot_img

Sisi Gelap Reality Show Married at First Sight Australia Terungkap, Peserta Dipasangkan dengan Pelaku Kriminal

STOCKWATCH.ID (SYDNEY) – Sejumlah bintang acara Married at First Sight (MAFS) Australia merasa tidak aman. Mereka merasa tidak dilindungi pihak penyelenggara acara. Para peserta tidak diberitahu pasangan mereka memiliki catatan kriminal.

Hal ini terungkap dalam investigasi BBC baru-baru ini. Sembilan mantan peserta kini menuntut perbaikan sistem pemeriksaan latar belakang. Mereka meminta acara tersebut berhenti melibatkan individu dengan riwayat kriminal.

Sierah Swepstone merupakan salah satu peserta musim tahun lalu. Ia dipasangkan dengan Billy Belcher. Billy ternyata pernah dihukum karena kasus narkoba di Perth pada 2014.

Sierah baru mengetahui fakta tersebut setelah acara selesai. Ia merasa produser telah mengecewakannya. “Harus ada persetujuan yang didasari informasi,” ujar Sierah.

Ia menilai risiko tersebut seharusnya tidak dibebankan kepada peserta. “Anda tidak seharusnya ditinggalkan sendirian dengan orang asing yang memiliki catatan kriminal,” kata Sierah.

Peserta lain juga memiliki masa lalu kelam. Adrian Araouzou pernah dihukum karena perkelahian pada 2017. Adrian juga sempat menghadapi tuduhan kekerasan dalam rumah tangga meski akhirnya dibebaskan.

Terdapat juga nama Timothy Smith. Setelah acara berakhir, Timothy mengakui pernah dipenjara selama setahun di Amerika Serikat (AS). Ia terbukti bersalah dalam kasus penyelundupan narkoba.

Selain itu, Chris Nield dari musim terbaru juga pernah dinyatakan bersalah atas penganiayaan ringan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar 11 tahun lalu.

Seorang peserta wanita yang meminta namanya dirahasiakan, Anna, mengaku sangat ketakutan selama syuting. Ia menyebut pasangannya sangat agresif. Pria tersebut dikabarkan pernah melempar perangkat mikrofon ke dinding hingga hancur.

“Saya pikir saya akan aman, itulah alasan saya mendaftar ke acara tersebut,” ucap Anna. Ia merasa traumatis akibat pengalaman tersebut.

Sistem pemeriksaan latar belakang juga dianggap terburu-buru. Seorang peserta pria menyebut proses pengecekan hanya memakan waktu dua minggu. Produser disebut hanya percaya pada perkataannya saat ia tidak bisa menunjukkan dokumen bukti.

Katie Johnstone dari musim 2025 ikut angkat bicara. Ia merasa peserta wajib tahu jika dipasangkan dengan orang yang punya masa lalu bermasalah. “Apalagi Anda diharapkan untuk berduaan dan berbagi kamar dengan orang ini,” tutur Katie.

Channel 9 dan Endemol Shine Australia memberikan pernyataan bersama. Mereka mengaku memiliki protokol kuat untuk memastikan keselamatan peserta.

Proses pemeriksaan mencakup catatan kepolisian di negara tempat tinggal peserta. Ada juga penilaian psikologis klinis dan pemeriksaan medis. Pihak televisi menyebut hukuman denda sebesar USD 210 untuk kasus Adrian berada pada tingkat paling rendah.

Terkait Billy, pihak produksi menyebut sang peserta sudah jujur sejak awal. Billy menceritakan pelajaran hidup yang ia dapat saat berusia 18 tahun. Hingga kini, pihak acara menegaskan tidak ada catatan terkait kekerasan atau pelecehan dari para peserta tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Alanis Morissette dan Michael Bublé Meriahkan Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada

STOCKWATCH.ID (TORONTO) – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa...

Guncang Stadion Azteca, Shakira Tandai Pembukaan Piala Dunia 2026 yang Spektakuler

STOCKWATCH.ID (MEXICO CITY) – Gelaran Piala Dunia 2026 dimulai...

Bank Mandiri Jadi Bank Pertama di Indonesia Terhubung Langsung dengan CIPS

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan tonggak...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru