STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) atau PT SMART Tbk berencana menerbitkan Obligasi dan Sukuk Ijarah dengan total nilai Rp1,2 triliun. Aksi korporasi ini terbagi menjadi dua instrumen utama pada awal tahun 2026.
Emiten produsen minyak goreng ini menawarkan Obligasi Berkelanjutan V SMART Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp672 miliar. Selain itu, Perseroan menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I SMART Tahap II Tahun 2026 senilai Rp528 miliar.
Manajemen SMAR telah menyampaikan Informasi Tambahan Ringkas terkait rencana ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jimmy Pramono, Corporate Secretary sekaligus Wakil Direktur Utama SMAR, bersama Franciscus Costan, Direktur SMAR, menandatangani dokumen resmi tersebut.
“Kami menyampaikan dokumen Informasi Tambahan, perubahan dan/atau keterangan tambahan serta informasi lain yang diperlukan terkait rencana penerbitan Obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut,” tulis Jimmy Pramono dalam keterbukaan informasi yang diunggah di laman BEI, Selsa (20/1/2026).
Obligasi senilai Rp672 miliar ini terdiri atas dua seri. Seri A ditawarkan sebesar Rp385 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,20% per tahun berjangka waktu 5 tahun. Seri B sebesar Rp287 miliar memiliki bunga 6,50% per tahun dengan tenor 7 tahun.
Sementara itu, Sukuk Ijarah sebesar Rp528 miliar juga terbagi dalam dua seri. Seri A senilai Rp460 miliar dengan cicilan imbalan ijarah ekuivalen 6,20% per tahun untuk jangka waktu 5 tahun. Seri B sebesar Rp68 miliar menawarkan imbalan ekuivalen 6,50% per tahun dengan tenor 7 tahun.
Lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA- (Double A Minus) untuk Obligasi ini. Sukuk Ijarah Perseroan juga mendapatkan peringkat idAA-(sy) (Double A Minus Syariah).
Dana hasil penerbitan Obligasi sekitar 78% akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang bank jangka panjang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp520 miliar. Sisanya sekitar 22% untuk modal kerja pembelian bahan baku CPO dan palm kernel.
Untuk dana Sukuk Ijarah, sekitar 99% digunakan untuk melunasi pokok obligasi yang jatuh tempo pada Februari dan Juni 2026 senilai Rp520 miliar. Sisanya 1% akan dipakai untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, SMAR mencatatkan total aset sebesar Rp43,26 triliun. Perseroan berhasil membukukan laba bersih tahun berjalan mencapai Rp1,59 triliun pada periode tersebut.
Berikut adalah jadwal penting rencana emisi ini:
- Masa Penawaran Umum: 29 – 30 Januari 2026
- Tanggal Penjatahan: 2 Februari 2026
- Tanggal Distribusi Secara Elektronik: 4 Februari 2026
- Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 5 Februari 2026
Perseroan menunjuk tujuh penjamin pelaksana emisi. Mereka adalah PT BNI Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam aksi korporasi ini.
