Soal BI-Rate, Bos BCA: Jangan Sampai Rupiah Kayak Roller Coaster, Bikin Pelaku Usaha Pusing!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 22–23 April 2025. BI-Rate tetap be...

Soal BI-Rate, Bos BCA: Jangan Sampai Rupiah Kayak Roller Coaster, Bikin Pelaku Usaha Pusing!
Bacakan Artikel

Menurutnya, likuiditas secara industri memang masih cukup, tapi mulai ketat. Namun, situasinya bisa berbeda-beda di tiap bank.

"Bank per bank bentuknya tipikal, karakteristik daripada DPK mereka sendiri. Bagaimana agresifitas mereka memberikan loan, itu menyangkut masing-masing bank," katanya.

Jahja juga menyebut bahwa proyeksi pertumbuhan kredit di industri perbankan berkisar 6–8% per tahun. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga diproyeksikan di kisaran 6–7%.

Dengan posisi tersebut, menurutnya, kebutuhan likuiditas masih bisa diimbangi.

Namun, ia memberi catatan khusus soal deposito. Menurut Jahja, pertumbuhan deposito, terutama dari nasabah individu, mulai tertekan.

"Individual, deposito itu credit negative growth. Karena apa? Memang jujur, seperti yang saya katakan, saingan dengan instrumen investasi yang lain, yang sangat menarik, lebih menarik dari deposito itu, tersedia banyak di market," paparnya.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: