STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp534,24 miliar (Rp75,72 per saham) pada 2025, naik tipis 0 ,78% dibanding Rp530,08 miliar (Rp75,03 per saham) pada 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan, Rabu 18 Februari 2026, pendapatan bersih ISSP mencapai Rp5,93 triliun pada 2025, turun 3,03% dari Rp6,11 triliun pada tahun 2024.
Manajemen Perseroan mampu melakukan efisiensi operasional sepanjang tahun lalu. Ini tercermin dari beban pokok penjualan ISSP yang berhasil ditekan turun 4,18%, dari Rp5,01 triliun pada 2024, menjadi Rp4,80 triliun pada 2025.
Penurunan beban pokok itu mendorong laba kotor Perseroan tumbuh 2,2% menjadi Rp1,13 triliun pada 2025 dibandingkan Rp1,10 triliun pada tahun 2024.
Di sisi lain, beban penjualan dan distribusi ISSP meningkat 20,46% menjadi Rp192,31 miliar, dari Rp159,64 miliar. Beban umum dan administrasi Perseroan naik 0,61% jadi Rp126,01 miliar, dari Rp125,25 miliar.
Sementara beban keuangan ISSP turun 3,24% menjadi Rp203,99 miliar pada 2025, dari tahun sebelumnya Rp210,83 miliar. Adapun beban lain-lain Perseroan juga turun 4,0%, dari Rp56,52 miliar pada 2024 menjadi Rp54,26 miliar pada 2025.
Emiten produsen berbagai macam pipa atau tabung baja beraset Rp8,79 triliun pada 2025 itu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp672,48 miliar pada 2025, turun tipis 0,45 dibandingkan Rp675,58 miliar pada tahun 2024.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1971 di Surabaya. Perusahaan ini memproduksi berbagai macam pipa/tabung baja, seperti pipa struktural, pipa air, pipa minyak dan gas, pipa baja tahan karat, pipa galvanik, tiang baja, dan tabung mekanis, serta produk terkait lainnya.
Perusahaan tersebut memiliki sekitar 1.000 pekerja di enam pabrik modern yang berlokasi di Surabaya, Pasuruan, Karawang, dan Sidoarjo. (konrad)
