Subsidi dan Kompensasi Capai Rp218 Triliun Hingga Agustus 2025, Menkeu Beberkan Rinciannya
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah terus menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga. Hingga 31 Agustus 2025, realisasi subsidi...
Bacakan Artikel
Data Kementerian Keuangan juga mencatat peningkatan konsumsi barang bersubsidi hingga Agustus 2025. Konsumsi BBM naik 3,5 persen, LPG 3 kilogram naik 3,6 persen, pelanggan listrik bersubsidi naik 3,8 persen, dan pupuk melonjak 12,1 persen.
“Ini peningkatan terbesar. Kondisi ini mengindikasikan subsidi menjadi instrumen penting untuk menjaga kestabilan harga serta daya beli masyarakat. Namun, peningkatan volume ini juga memerlukan perhatian agar penyaluran subsidi lebih terkendali dan tepat sasaran,” pungkas Purbaya.
Pilih Halaman:
- 1
- 2
- Verah Wahyudi Jual 1,25 Juta Saham TAMA di Harga Rp251
- DKH Hospitals Raih Kredit Investasi Rp74 Miliar dari Bank Mandiri, Ini Tujuannya
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Verah Wahyudi Jual 1,25 Juta Saham TAMA di Harga Rp251
- DKH Hospitals Raih Kredit Investasi Rp74 Miliar dari Bank Mandiri, Ini Tujuannya
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...