Stockwatch.id Versi penuh
Financial

FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai dan Luncurkan Varian Baru

Oleh Daiz La Ode 05 Aug 2026 14:34 4 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menargetkan pertumbuhan pendapatan (top line) sebesar 50% dan laba bersih (bottom line) sekitar 70% sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga semester I-2026, kinerja perseroan dinilai masih sesuai target.

Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah, mengatakan target tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan di gerai yang sudah beroperasi (same store sales growth/SSSG), ekspansi jaringan toko, serta kontribusi bisnis donat.

"Itu kita expect ada kenaikan sebesar 50% untuk top line dan 70% dari bottom line. Artinya revenue kita jika dibandingkan dengan tahun lalu, kita expect ada kenaikan 50%, sedangkan di bottom line, net profit, kita expect bisa naik sekitar 70%," kata Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Diketahui, FORE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,49 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini naik 34,4% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp42,03 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat. Penjualan neto FORE mencapai Rp1 triliun pada semester I 2026. Angka ini melonjak 51,7% dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan minuman menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Segmen ini menyumbang Rp884,19 miliar. Sementara itu, penjualan makanan mencatat nilai Rp119,69 miliar. Pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp6,08 miliar.

Secara pasar geografis, Indonesia masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi Rp994,74 miliar. Adapun ekspansi di Singapura menyumbang pendapatan sebesar Rp10,20 miliar.

Menurut Fahmi, hasil kinerja semester I-2026 menunjukkan perseroan masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut. "So far dari hasil kinerja semester I 2026, itu mengindikasikan ini kita on track ke sana," ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu pendorong utama pertumbuhan berasal dari SSSG Fore Coffee yang masih meningkat. Bahkan, gerai yang telah beroperasi sekitar lima tahun masih mencatat pertumbuhan penjualan setiap tahun.

"Per store-nya setiap tahun bisa menjual lebih banyak lagi, masih terus bertumbuh. Jadi itu salah satu faktor kontribusi dari pertumbuhan revenue kita," katanya.

Selain itu, ekspansi gerai juga menjadi mesin pertumbuhan. Pada 2026, Fore menargetkan memiliki lebih dari 400 gerai dengan membuka lebih dari 80 toko baru dibandingkan tahun sebelumnya.

Perseroan juga terus mengembangkan lini bisnis donat. Jika pada tahun lalu hanya memiliki dua gerai, kini jumlahnya telah mencapai 14 gerai. Hingga akhir tahun, Fore menargetkan jumlah gerai donat bertambah menjadi sekitar 25 hingga 30 gerai.

"Dari situ kita juga lagi ramp up tentang donat itu sendiri," ujar Fahmi.

Di sisi produk, Fore terus menghadirkan menu baru untuk menjaga minat pelanggan. Perseroan meluncurkan produk baru minimal tiga hingga empat kali setiap tahun atau sekitar 10 hingga 12 SKU baru dalam setahun.

Menurut Fahmi, strategi tersebut bertujuan menjaga ketertarikan pelanggan sekaligus menyasar segmen konsumen yang berbeda.

"Nah, dengan adanya menu-menu baru ini, ini men-drive juga customer untuk tetap datang. Bahkan setiap menu itu target customer-nya beda," katanya.

Fahmi mengungkapkan Fore juga menyiapkan peluncuran dua produk baru pada Agustus atau awal September 2026. Peluncuran tersebut akan disertai kampanye pemasaran yang lebih besar.

Dari sisi penjualan, transaksi Fore masih didominasi kanal milik sendiri, yakni pembelian langsung di gerai dan aplikasi Fore. Kedua kanal tersebut menyumbang lebih dari 70% transaksi.

Strategi tersebut diterapkan agar perseroan tidak terlalu bergantung pada platform layanan pesan-antar pihak ketiga seperti GrabFood, GoFood, dan ShopeeFood.

"Itu memang kita lakukan by design. Kita usahakan traffic-nya kalau bisa dalam ekosistem kita saja, jadi lebih terkontrol," ujar Fahmi.

Fore juga masih agresif melakukan ekspansi setelah memperoleh dana dari penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan gerai baru karena perseroan masih berada dalam fase pertumbuhan.

Pada 2024, Fore membukukan pendapatan sekitar Rp1 triliun. Tahun berikutnya pendapatan meningkat menjadi sekitar Rp1,5 triliun. Untuk 2026, perseroan kembali menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 50%.

Per awal Agustus 2026, jumlah gerai Fore telah mencapai lebih dari 380 unit. Sementara gerai donat berjumlah 14 unit di Indonesia dan lima unit di Singapura.

Fahmi menjelaskan seluruh gerai Fore dioperasikan langsung oleh perseroan tanpa sistem waralaba. Model gerai dibagi menjadi tiga kategori, yaitu gerai kecil, gerai menengah, dan gerai flagship. Sekitar 70% jaringan toko merupakan gerai berukuran menengah.

Hingga Juli 2026, jumlah karyawan Fore telah melampaui 5.000 orang di Indonesia dan Singapura. Perseroan juga menggunakan 100% biji kopi lokal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali dan Toraja.

Selain bisnis kopi, Fore mulai mengembangkan bisnis donat sebagai mesin pertumbuhan baru. Fahmi mengatakan keputusan tersebut didukung pengalaman CEO Fore di industri donat serta prospek pasar yang dinilai masih menarik.

"Market share donat memang lebih kecil dibanding industri roti secara keseluruhan. Tapi pertumbuhan potensialnya paling tinggi di antara kategori tersebut. Maka dari itu kita melihat ada opportunity di sana," kata Fahmi.

Ia menegaskan, target pertumbuhan tahun ini tetap dipertahankan karena kinerja hingga semester I masih sesuai rencana."So far sih-H1-nya kita, kita on track untuk mencapai ke arahnya ini," tutup Fahmi.


Topik terkait
saham FORE kinerja FORE laba bersih FORE ekspansi Fore Kopi target pendapatan 2026 Rekomendasi Slug (URL):