FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai dan Luncurkan Varian Baru
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menargetkan pertumbuhan pendapatan (top line) sebesar 50% dan laba bersih (bottom line) sekitar 70% sepanjang 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga semester I-2026, kinerja perseroan dinilai masih sesuai target.
Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah, mengatakan target tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan di gerai yang sudah beroperasi (same store sales growth/SSSG), ekspansi jaringan toko, serta kontribusi bisnis donat.
"Itu kita expect ada kenaikan sebesar 50% untuk top line dan 70% dari bottom line. Artinya revenue kita jika dibandingkan dengan tahun lalu, kita expect ada kenaikan 50%, sedangkan di bottom line, net profit, kita expect bisa naik sekitar 70%," kata Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Diketahui, FORE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp56,49 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini naik 34,4% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp42,03 miliar. Kenaikan laba ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat. Penjualan neto FORE mencapai Rp1 triliun pada semester I 2026. Angka ini melonjak 51,7% dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan minuman menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan. Segmen ini menyumbang Rp884,19 miliar. Sementara itu, penjualan makanan mencatat nilai Rp119,69 miliar. Pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp6,08 miliar.
Secara pasar geografis, Indonesia masih menjadi pasar terbesar dengan kontribusi Rp994,74 miliar. Adapun ekspansi di Singapura menyumbang pendapatan sebesar Rp10,20 miliar.
Menurut Fahmi, hasil kinerja semester I-2026 menunjukkan perseroan masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut. "So far dari hasil kinerja semester I 2026, itu mengindikasikan ini kita on track ke sana," ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu pendorong utama pertumbuhan berasal dari SSSG Fore Coffee yang masih meningkat. Bahkan, gerai yang telah beroperasi sekitar lima tahun masih mencatat pertumbuhan penjualan setiap tahun.
"Per store-nya setiap tahun bisa menjual lebih banyak lagi, masih terus bertumbuh. Jadi itu salah satu faktor kontribusi dari pertumbuhan revenue kita," katanya.
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- BEI Buka Sementara Suspensi Saham EDGE untuk Crossing Buyback Go Private
- Satgas PASTI Hentikan 1.220 Entitas Keuangan Ilegal hingga Juli 2026, Dana Korba...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Tirta Orisa Yasa Divestasi 250 Juta Saham BUVA, Kantongi Rp250 Miliar
- Ida Ayu Somawati Borong 222,4 Ribu Saham WINE, Kepemilikan Bertambah
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...