back to top

Targetkan Pembiayaan Baru Rp6,3 Triliun pada 2025, Simak Strategi WOMF!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp6,3 triliun pada 2025. Sementara laba bersih emiten pembiayaan tersebut diproyeksikan sebesar Rp259 miliar pada 2025, turun 1,5% dibandingkan Rp263 miliar pada tahun 2024.

Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Jumat (21/3/2025), untuk mencapai target pembiayaan di atas, Perseroan melakukan  ekspansi geografis dan penetrasi pasar dengan cara memperluas jaringan pemasaran ke wilayah baru yang potensial untuk terus meningkatkan pertumbuhan bisnis.

Selain itu, Perseroan juga akan fokus melakukan pengembangan segmen komersial (fleet) dan korporasi dengan berfokus kepada proses inisiasi kredit yang baik, dan terus melakukan pengembangan dan perbaikan aplikasi KAWAN untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis.

Di samping itu, Manajemen Perseroan mengadakan perbaikan secara berkesinambungan terhadap proses inisiasi kredit dengan terus melakukan evaluasi kebijakan dan prosedur kredit, serta berkolaborasi dengan pihak eksternal dan shareholders untuk menciptakan peluang bisnis yang baru, serta meningkatkan pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan tetap berfokus pada kualitas portofolio yang sehat.

WOMF mencatat laba bersih Rp263 pada 2024, naik 11,2% jika dibandingkan Rp236, miliar pada 2023. Pendapatan bersih emiten pembiayaan ini  tumbuh 8,59% menjadi Rp2,16 triliun pada 2024, dari Rp1,99 triliun pada tahun 2023.

Pendapatan WOMF pada 2024 didominasi oleh pembiayaan multiguna, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan investasi bersih yakni sebesar Rp1,82 triliun atau sekitar 83,96% dari total pendapatan Perseroan.

Total liabilitas WOMF per Desember 2024 sebesar Rp5,05 triliun, naik sekitar 2,32% dari Rp4,94 triliun per Desember 2023. Ini terdiri atas utang bank sebesar Rp2,19 triliun, dan utang obligasi bersih sebesar Rp2,24 triliun. Sementara jumlah ekuitas Perseroan per Desember 2024 sebesar Rp1,89 triliun. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rata-Rata Transaksi Harian Bursa Melejit 15%, Emiten Otomotif hingga Kertas Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia...

Inilah 5 Saham Top Gainers dalam Pekan Ini, Ada JAYA, BNBR dan DIVA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima...

Ramayana Lestari (RALS) Siap Alihkan 203.513.800 Lembar Saham Hasil Buyback ke Pengendali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru