Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Tarif Dipotong 99% Lebih dan Buka Pintu Lebar-lebar Impor Produk Amerika, Ini Isi Deal Dagang RI-AS!

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Indonesia dan Amerika Serikat sepakat memperkuat kerja sama ekonomi lewat kesepakatan dagang yang diumumkan pada Selasa, 22 Juli 2025 waktu Washington atau Rabu pagi 23 Juli 2025 WIB.

Mengutip Reuters, dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan memangkas tarif lebih dari 99% untuk produk-produk asal Amerika Serikat. Selain itu, seluruh hambatan non-tarif terhadap perusahaan-perusahaan AS juga akan dihapus.

Sebagai imbalannya, AS akan menurunkan tarif yang sebelumnya direncanakan naik menjadi 32%, kini ditetapkan hanya sebesar 19% untuk produk-produk asal Indonesia.

Kesepakatan ini diumumkan lewat pernyataan bersama dan lembar fakta yang dirilis Gedung Putih. Keduanya menyebut para negosiator dari kedua negara akan merampungkan perjanjian ini dalam beberapa pekan ke depan.

“Amerika Serikat dan Republik Indonesia sepakat pada kerangka negosiasi perjanjian perdagangan timbal balik untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral, yang akan memberi akses pasar yang belum pernah ada sebelumnya bagi para eksportir dari kedua negara,” tertulis dalam pernyataan bersama tersebut.

Presiden AS, Donald Trump, menyambut baik kesepakatan ini. Lewat unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump menyebut perjanjian ini sebagai “kemenangan besar bagi produsen mobil, perusahaan teknologi, pekerja, petani, peternak, dan pabrikan Amerika.”

Dalam kesepakatan itu, Indonesia sepakat mencabut rencana penerapan tarif untuk aliran data internet. Indonesia juga mendukung perpanjangan moratorium WTO terhadap bea masuk e-commerce.

Selain itu, Indonesia akan menghapus inspeksi prapengapalan dan verifikasi barang ekspor dari AS, terutama untuk produk pertanian. Kebijakan ini sebelumnya menjadi hambatan utama bagi produk pertanian AS dan memperlebar defisit perdagangan sektor pertanian antara kedua negara.

Seorang pejabat pemerintahan Trump menyebut penghapusan inspeksi ini bisa membantu AS memulihkan surplus perdagangan pertanian yang sebelumnya dimiliki dengan Indonesia. “Kesepakatan ini bisa membuka jalan untuk kembali mendapatkan surplus di sektor pertanian,” ujar pejabat tersebut kepada wartawan dalam konferensi pers via telepon.

Untuk industri otomotif, Indonesia akan mengakui standar keselamatan kendaraan bermotor AS. Ini akan memudahkan produsen mobil AS mengekspor kendaraannya ke Indonesia, negara dengan populasi sekitar 280 juta orang.

Indonesia juga sepakat mencabut pembatasan ekspor untuk komoditas industri, termasuk mineral penting. Selain itu, persyaratan kandungan lokal untuk produk berbahan komoditas tersebut yang dikirim ke AS akan dihapus.

Dalam pernyataan bersama itu, disebutkan tarif timbal balik AS ditetapkan sebesar 19%. AS juga membuka kemungkinan menurunkan tarif lebih lanjut untuk komoditas yang tidak tersedia secara alami atau tidak diproduksi di dalam negeri.

Kedua negara juga akan menyusun aturan asal barang (rules of origin) agar manfaat perjanjian ini benar-benar dinikmati oleh Indonesia dan AS, bukan oleh negara ketiga.

Indonesia akan menghapus berbagai hambatan dagang lain terhadap barang-barang asal AS, termasuk pembatasan impor dan persyaratan perizinan untuk barang rekondisi asal AS.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Indonesia juga akan bergabung dengan Global Forum on Steel Excess Capacity dan mendukung upaya mengatasi kelebihan kapasitas baja secara global.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Konflik AS-Venezuela Memanas, OJK Minta Lembaga Keuangan Waspadai Risiko Global

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati ketegangan...

Menkeu Purbaya Perketat Investasi Taspen dan Asabri, Ini Kata OJK

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperketat...

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp41 Triliun hingga Desember 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru