Minggu, Juli 21, 2024
31.9 C
Jakarta

Jaga Stabilitas dan Momentum Pemulihan Ekonomi RI, Intip Bauran Strategi Bank Indonesia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) –  Bank Indonesia (BI) terus memperkuat respons bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi Tanah Air. Hal tersebut ditegaskan oleh Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam keterangan pers, usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Januari 2023 di Jakarta, Kamis (19/1/2023).

Menurut Perry, sedikitnya ada 7 bauran strategi yang disiapkan oleh Otoritas Moneter dalam menjaga perekonomian Indonesia. Itu antara lain adalah Pertama memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI7DRR. Kedua, memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi, terutama imported inflation, melalui intervensi di pasar valas dengan transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), serta pembelian/penjualan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selanjutnya, strategi yang ketiga yakni melanjutkan penjualan/pembelian SBN di pasar sekunder untuk memperkuat transmisi kenaikan BI7DRR dalam meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN bagi masuknya investor portofolio asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah. Keempat, mengimplementasikan instrumen operasi moneter (OM) valas berupa TD valas Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebagai instrumen penempatan DHE oleh eksportir melalui bank kepada Bank Indonesia.

Kelima, lanjut Perry, melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan fokus pada respons suku bunga perbankan terhadap suku bunga kebijakan. Adapun yang keenam yaitu memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan:

    1. Mendorong implementasi BI-FAST melalui perluasan kepesertaan BI-FAST baik melalui bank maupun Lembaga Selain Bank (LSB), kanal layanan serta implementasi layanan Fase 1 Tahap 2 (Bulk Credit, Direct Debit, dan Request For Payment);
    2. Mendorong implementasi dan sosialisasi Kartu Kredit Pemerintah Domestik sesuai timeline pada tahun 2023;
    3. Melanjutkan perluasan implementasi QRIS melalui strategi 45 juta pengguna dan 1 miliar volume transaksi pada tahun 2023 serta pengembangan fitur QRIS dan QRIS antarnegara;

Sedangkan ketujuh memperkuat kerja sama internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya, serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait. Selain itu, Bank Indonesia berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk menyukseskan Keketuaan ASEAN 2023 khususnya melalui jalur keuangan.

“Koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis juga terus diperkuat. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) terus dilanjutkan melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah,”papar Perry.

Perry mengemukakan, sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan kebijakan sektor Pemerintah dan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan, mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha khususnya pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor, serta meningkatkan ekonomi dan keuangan inklusif dan hijau.

Artikel Terkait

Prabowo: Kebijakan Satu Peta dan PSN Bikin Pembangunan Indonesia Melesat!

STOCKWATCh.ID (JAKARTA) - Presiden terpilih sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo...

Triwulan II 2024, Kinerja Industri Pengolahan Tetap Solid

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mencatat, kinerja Lapangan...

Kegiatan Dunia Usaha Meningkat di Triwulan II 2024

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI), mencatat hasil Survei...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru