Rabu, Januari 21, 2026
28.6 C
Jakarta

Terbang Tinggi Berjamaah, Wall Street Cetak Rekor Baru!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street terbang tinggi berjamaah pada penutupan perdagangan Rabu (15/5/2024) waktu setempat atau Kamis pagi (16/5/2024) WIB. Semua indeks utama di pasar saham Amerika Serikat (AS) itu, mencatat rekor penutupan tertinggi. Ini didorong oleh laporan inflasi konsumen AS yang lebih rendah dari perkiraan.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS menguat 349,89 poin atau 0,88%, menjadi 39.908,00 poin. Indeks S&P 500 (SPX), naik 81,47 poin atau 1,17%, berakhir di angka 5.308,15 poin. Adapun indeks komposit Nasdaq (IXIC), meningkat 231,21 poin atau 1,40% dan ditutup pada 16.742,39 poin.

Sepanjang tahun 2024, S&P 500 mencatat rekor penutupan ke-23, Dow ke-18, dan Nasdaq ke-8.

Indeks harga konsumen naik 0,3% pada bulan April, lebih rendah dari perkiraan Dow Jones yang sebesar 0,4%. Secara tahunan, indeks ini naik 3,4%, sesuai dengan ekspektasi. Angka bulanan dan tahunan untuk inti CPI, yang tidak mencakup harga makanan dan energi yang berfluktuasi, juga sesuai dengan prediksi.

Penjualan ritel tetap datar pada bulan April, padahal para ekonom mengantisipasi kenaikan 0,4%.

Kedua laporan ini meningkatkan harapan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Data perdagangan futures dana Fed kini menunjukkan kemungkinan 75,3% bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September, naik dari 65,1% pada hari Selasa.

Saham Nvidia naik 3,6% setelah laporan inflasi tersebut. Raksasa teknologi Apple dan Microsoft masing-masing melesat lebih dari 1%.

Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun dan 2 tahun turun usai laporan ekonomi ini. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun sekitar 10 basis poin menjadi 4,344%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun terakhir berada di 4,726% setelah turun sekitar 9 basis poin.

Saham-saham mengalami lonjakan tahun ini, karena ekspektasi suku bunga Fed yang lebih rendah dan antusiasme terhadap kecerdasan buatan—serta potensinya untuk meningkatkan keuntungan—mengangkat sentimen investor. S&P 500 naik lebih dari 11% sepanjang tahun ini. Namun, indeks pasar luas tersebuti sempat goyah bulan lalu karena kekhawatiran terhadap inflasi yang sulit diatasi. Kekhawatiran tersebut segera teratasi oleh data baru dan pernyataan dari pejabat Fed yang menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga tidak mungkin terjadi di masa mendatang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Greenland Jadi Rebutan, Parlemen Eropa Bakal Bekukan Kesepakatan Tarif AS-Eropa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan...

Trump Ancam Tarif NATO Demi Greenland, Wall Street Alami Hari Terburuk Sejak Oktober

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Ancaman Perang Dagang Trump Picu Aksi Jual, Bursa Saham Eropa Berakhir Memerah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru