Terburuk Sejak 2020, Harga Minyak Dunia Terjun Bebas Imbas Gencatan Senjata AS-Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak dunia jatuh sangat dalam pada akhir perdagangan Rabu (08/04/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (9/04/2026) WIB. Penurunan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Perjanjian tersebut mencakup jaminan jalur aman bagi kapal-kapal di Selat Hormuz.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei merosot lebih dari 16%. Minyak WTI ditutup pada posisi 94,41 USD per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan penurunan harian terbesar bagi minyak AS sejak April 2020 saat masa pandemi.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni terpangkas sekitar 13%. Harga minyak acuan internasional ini berakhir pada level 94,75 USD per barel di London ICE Futures Exchange.

Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengenai kesepakatan tersebut. Gencatan senjata ini bergantung pada kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara lengkap dan aman. Trump menyebut telah menerima 10 poin proposal dari Iran sebagai dasar negosiasi yang bisa dijalankan.

Trump mengunggah perkembangan ini melalui akun media sosial miliknya. Ia optimistis proses finalisasi perjanjian akan berjalan lancar selama masa gencatan senjata.

“Hampir semua poin pertikaian di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut diselesaikan dan dituntaskan,” ujar Trump.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, memberikan kepastian senada. Teheran mengizinkan jalur aman melalui selat tersebut selama masa gencatan senjata. Proses ini tetap berkoordinasi dengan angkatan bersenjata Iran serta mempertimbangkan batasan teknis.

Araghchi menegaskan militer Iran siap menghentikan aksi balasan. Hal ini dilakukan asalkan tidak ada serangan susulan dari pihak luar.

“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang Perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tegas Araghchi.

Kesepakatan gencatan senjata ini tercapai secara dramatis. Pengumuman muncul kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu jam 8 malam yang ditetapkan Trump. Sebelumnya, Trump mengancam akan mengebom seluruh jembatan dan pembangkit listrik di Iran.

Meski sudah ada kesepakatan, kondisi di lapangan masih terlihat rapuh. Arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih. Serangan Israel ke Lebanon disebut masih memengaruhi keberanian pemilik kapal untuk melintas.

Matt Smith, seorang analis minyak di Kpler, memberikan analisanya. Ia memantau kecepatan lalu lintas kapal yang masih lambat. Iran masih melakukan pemeriksaan terhadap kapal-kapal yang melintas.

“Kita mungkin hanya melihat 10-15 [kapal] mengingat Iran masih memeriksa siapa yang lewat: itu akan menjadi kecepatan yang sama dengan yang terlihat dalam beberapa hari terakhir,” kata Matt Smith.

Tomer Raanan, analis risiko maritim di Lloyd’s List, menilai normalisasi tidak akan terjadi dalam waktu singkat. Pemilik kapal yang terjebak di Teluk Persia mungkin mencoba keluar. Namun, mereka akan ragu untuk segera mengirim kapal kembali masuk ke wilayah tersebut.

Raanan juga mengingatkan adanya dampak kerusakan pada fasilitas produksi selama konflik berlangsung. Hal ini membuat seluruh sistem energi global masih dalam kondisi tidak menentu.

“Saya rasa kita tidak akan melihat normalisasi dalam dua minggu ini,” ujar Tomer Raanan. “Kita juga harus ingat, meskipun kapal ingin kembali melakukan transit secara normal bolak-balik, telah terjadi serangan terhadap infrastruktur minyak dan pemotongan produksi. Seluruh sistem sedang dalam fluktuasi.”

Sebelum perang pecah pada 28 Februari lalu, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Jalur laut sempit ini menghubungkan produsen di Teluk Persia dengan pasar global. Gangguan di selat ini menjadi gangguan pasokan minyak mentah terbesar dalam sejarah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Terbang Lebih dari 1%, Ternyata Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia menguat lebih dari...

Israel Siap Bernegosiasi dengan Lebanon, Lonjakan Harga Minyak Dunia Langsung Mereda

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia berakhir menguat pada...

Masa Sulit untuk LPG Sudah Lewat, Begini Penjelasan Bahlil Lahadalia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah memastikan bahwa pasokan energi nasional...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru