The Fed Tahan Suku Bunga di 4,25–4,5%, Inflasi Masih Dianggap Tinggi!
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,5%. Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan Federa...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 4,25% hingga 4,5%. Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (30/7) waktu setempat, atau Kamis (31/7) WIB.
Dalam pernyataan resminya, The Fed menyebut pertumbuhan ekonomi AS melambat di paruh pertama tahun ini. "Meskipun ekspor-impor masih fluktuatif, indikator terbaru menunjukkan pertumbuhan aktivitas ekonomi melambat," tulis pernyataan resmi The Fed.
Tingkat pengangguran tetap rendah dan kondisi pasar tenaga kerja masih solid. Namun, inflasi masih cukup tinggi sehingga bank sentral belum mau melonggarkan kebijakan moneter.
The Fed menegaskan tetap fokus pada dua target utamanya, yaitu mendorong pencapaian lapangan kerja maksimal dan menjaga inflasi di kisaran 2% dalam jangka panjang.
"Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi masih tinggi. Komite tetap waspada terhadap risiko di kedua sisi mandat ganda kami," tegas The Fed dalam pernyataan tersebut.
- Verah Wahyudi Jual 2,5 Juta Saham TAMA, Porsi Kepemilikan Turun
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Verah Wahyudi Jual 2,5 Juta Saham TAMA, Porsi Kepemilikan Turun
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin