Tiru Wall Street, Bos BEI Siap Jadikan Ikon Banteng Destinasi Wisata Populer?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Patung banteng di Wall Street, yang dikenal sebagai "Charging Bull," telah menjadi salah satu tempat wisata populer di New York City, Amerika Serikat (AS). Patung ini melamba...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Patung banteng di Wall Street, yang dikenal sebagai "Charging Bull," telah menjadi salah satu tempat wisata populer di New York City, Amerika Serikat (AS). Patung ini melambangkan kekuatan dan ketahanan ekonomi Negara Paman Sam tersebut. Banyak wisatawan datang ke sini untuk berfoto dan merasakan suasana ikonik Wall Street, pusat keuangan dunia.
"Charging Bull" telah menjadi landmark terkenal yang sering dikunjungi oleh turis dari seluruh dunia. Patung ini tidak hanya menjadi simbol ekonomi, tetapi juga menarik minat banyak orang untuk datang dan melihat langsung.
Terinspirasi popularitas "Charging Bull," Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa ada kemungkinan Indonesia bisa mempertimbangkan untuk melakukan hal serupa. Apalagi ikon BEI dan Wall Street juga sama-sama patung banteng. ย "Ya, bisa kita pertimbangkan. Nanti kita kaji dulu," ujar Iman, di gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Dirut BEI mengakui bahwa Langkah Ini bisa menjadi salah satu cara untuk mempromosikan pasar modal Indonesia dan menarik lebih banyak pengunjung ke BEI. Kendati begitu, ia tak menampik bahwa konsep tersebut ย perlu dikaji lebih lanjut. Itu lantaran ada beberapa pertimbangan yang mesti dipikirkan dengan baik, seperti keamanan dan pengelolaan tempat wisata tersebut. "Kalau kita bebasin terlalu banyak pengunjung, itu enggak gampang, orang-orang." tambahnya.
Menurut Iman, menggabungkan patung dengan museum sebagaimana konsep yang diusung oleh Wall Street merupakan salah satu ide yang menarik untuk dipertimbangkan. Pasalnya, ini bisa saja mendatangkan lebih banyak pengunjung. Namun, Dirut BEI menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek-aspek lain sebelum merealisasikan ide tersebut.
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Ekspansi Pasar Kopi RTD Nabati, OATSIDE Rilis Varian Espresso Roast dan Kemasan...
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- Perkuat Daya Saing UMKM, Bank BRI Sukses Bawa Tenun Troso KAINRATU Tembus Pasar...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Wall Street Melaju Kencang, Dow Jones Cetak Rekor Usai Trump Batal Serang Iran
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi