Tower Bersama Infrastructure (TBIG) Mulai Tawarkan Surat Utang Senilai Rp1,27 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Hari ini, Selasa 10 Februari 2026, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mulai menawarkan surat utang senilai total Rp1,27 triliun kepada investor. Adapun surat  utang tersebut meliputi Obligasi Berkelanjutan VII TBIG Tahap III Tahun 2026 senilai Rp1,062 triliun, dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I TBIG Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp210,,100 miliar.

Manajemen TBIG dalam prospektus tambahan rencana penawaran umum obligasi (PUB) yang disampaikan ke BEI, Selasa 10 Februari 2026 menjelaskan, surat utang tersebut bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VII TBIG senilai total Rp20 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I senilai total Rp8 triliun.

Menurut Manajemen, obligasi TBIG tersebut terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp700 miliar berbunga tetap 4,85% per tahun dengan jangka waktu 370 hari, seri B sebesar Rp189 miliar memiliki tenor tiga tahun dan bunga tetap 5,70% per tahun, serta seri C Rp173 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga tetap 6,0% per tahun.

Sementara Sukuk Ijarah Berkelanjutan TBIG I Tahap  II Tahun 2026 terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp125,100 miliar dengan tenor tiga tahun, dan  seri B senilai Rp85 miliar berjangka waktu lima  tahun.

Adapun bunga obligasi TBIG akan dibayarkan setiap triwulan, dimana pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 12 Mei 2026. Sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada tanggal 22 Februari 2027 untuk Obligasi Seri A, tanggal 12 Februari 2029 untuk seri B,  dan tanggal 12 Februari 2031 untuk Obligasi Seri C.

Cicilan Imbalan Ijarah dibayarkan setiap triwulan, dimana  Cicilan Imbalan Ijarah pertama akan dibayarkan pada 12 Mei 2026, sedangkan Cicilan Imbalan Ijarah terakhir sekaligus Tanggal Pelunasan Sisa Imbalan Ijarah dibayarkan pada 12 Februari 2029 untuk Sukuk Seri A dan 12 Februari 2031 untuk Sukuk Ijarah Seri B.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya -biaya Emisi Obligasi, akan digunakan untuk Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2025 (“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V”) Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026.

Sedangkan seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Sukuk Ijarah ini , setelah dikurangi biaya-biaya Emisi Sukuk Ijarah, akan digunakan oleh Perseroan untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rangka rencana pelunasan seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan VI Tahap V Seri A pada tanggal jatuh tempo, yaitu 22 Februari 2026.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi TBIG VII Tahap III  tahun 2026 dan sukuk ijarah TBIG I tahap III 2026 masing-masing, PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Aldiracita Sekuritas  Indonesia, PT UOB Kay Hian Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebagai wali amanat. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ekspansi 50 Bioskop Baru, Tripar Multivision (RAAM) Siap Rights Issue 1,36 Miliar Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM)...

Sempat Digembok BEI, Saham Ini Kembali Diperdagangkan Mulai 30 Maret

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk...

Transaksi BEI Melejit 15,27%, Tapi Asing Kabur Rp30,88 Triliun!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan saham di PT Bursa...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru