Senin, Januari 12, 2026
24.4 C
Jakarta

Trump Ancam Tarif 15% untuk Impor Uni Eropa, Dow Jones Langsung Rontok!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan hari Jumat (18/7/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (19/7/2025) WIB). Indeks Dow Jones mencatat penurunan setelah muncul laporan Presiden Donald Trump mendorong tarif baru untuk produk dari Uni Eropa.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) ditutup melemah 142,3 poin atau turun 0,32% ke level 44.342,19. Indeks S&P 500 (SPX) 500 nyaris stagnan, hanya berkurang 0,57 poin atau 0,01% menjadi 6.296,79. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, justru menguat tipis 10,01 poin atau naik 0,05% ke posisi 20.895,66.

Tekanan terhadap Dow datang dari laporan Financial Times yang menyebut Trump meminta tarif minimal antara 15% hingga 20% dalam kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Laporan itu mengutip tiga sumber yang mengetahui langsung jalannya pembicaraan.

Trump juga telah memberi batas waktu hingga 1 Agustus untuk Uni Eropa mencapai kesepakatan. Jika tidak tercapai, ia berencana menerapkan tarif hingga 30% terhadap produk impor dari blok tersebut.

Sementara pasar mencermati ketegangan dagang, para pelaku pasar juga menyoroti laporan keuangan dan data ekonomi terbaru Amerika Serikat.

Indeks sentimen konsumen University of Michigan untuk Juli menunjukkan kenaikan sebesar 1,8% dibanding Juni menjadi 61,8. Angka ini sesuai ekspektasi pasar dan merupakan level tertinggi sejak Februari. Penurunan kekhawatiran terhadap inflasi akibat tarif menjadi salah satu faktor pendorong perbaikan sentimen.

Di sisi lain, beberapa laporan kinerja emiten menekan indeks. Saham Netflix turun 5% setelah perusahaan menyatakan margin operasional pada paruh kedua 2025 diperkirakan lebih rendah dibanding paruh pertama. Saham 3M juga melemah lebih dari 3% usai perusahaan menurunkan proyeksi pertumbuhan penjualan organik menjadi 2%, dari sebelumnya antara 2% hingga 3%.

Saham American Express juga turun 2% setelah laporan keuangan mereka mengecewakan pasar, turut membebani kinerja Dow.

Meski ada tekanan dari sejumlah laporan emiten, musim rilis kinerja keuangan di Wall Street secara keseluruhan berjalan cukup baik. Hingga saat ini, 12% perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan keuangan. Dari jumlah itu, 83% berhasil melampaui ekspektasi analis.

Beberapa saham seperti PepsiCo dan United Airlines mencatat lonjakan harga pada Kamis setelah laporan laba mereka mengalahkan estimasi. Hasil positif juga datang dari perbankan besar seperti JPMorgan dan Goldman Sachs di awal pekan.

Secara mingguan, S&P 500 mencatat kenaikan 0,6% dan Nasdaq naik 1,5%. Namun, Dow Jones justru sedikit melemah sepanjang pekan ini.

“Ini lingkungan yang condong pada pengambilan risiko. Meski banyak diskusi soal pemangkasan suku bunga The Fed, kenyataannya tidak sesederhana itu,” kata Ken Mahoney, CEO Mahoney Asset Management.

Ia menambahkan, “Secara historis, siklus bull biasanya lebih kuat tanpa pemangkasan suku bunga. Tapi kali ini bisa jadi pengecualian, terutama karena inflasi mulai melandai dan proyeksi pertumbuhan ekonomi masih solid meskipun sempat ada ancaman tarif besar-besaran.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru, Wall Street Tutup Pekan dengan Gemilang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Pasar Cermati Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Asia Berakhir Variatif, Saham Pertahanan Hanwha Aerospace Meroket 11%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru