back to top

Trump Janji Kawal Tanker di Selat Hormuz, Laju Liar Harga Minyak Berhasil Ditekan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak sekitar 4% pada akhir perdagangan Selasa (3/3/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (4/3/2026) WIB. Kenaikan ini berhasil ditekan dari level tertingginya usai adanya janji asuransi dan pengawalan maritim dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent naik 3,66 USD atau 4,71% menjadi 81,40 USD per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 3,33 USD atau 4,68%. Minyak WTI berakhir pada posisi 74,56 USD per barel, di New York Mercantile Exchange.

Pada awal sesi perdagangan, harga si emas hitam sempat melesat sangat liar hingga lebih dari 9%. Pelaku pasar merespons panik meluasnya area perang di Timur Tengah. Konflik berdarah ini ditakutkan membawa gangguan berkepanjangan pada pasokan minyak dan gas regional.

Namun laju liar harga minyak berhasil melandai secara signifikan pada sore hari. Trump berusaha keras menenangkan kepanikan para pemilik kapal komersial. Ia meyakinkan keselamatan rute mereka saat transit melewati perairan Selat Hormuz.

Pemerintah AS berencana turun tangan secara langsung. Mereka siap mengasuransikan kapal-kapal tanker yang melintas di kawasan Teluk Persia. Cara ini diharapkan bisa membuat lalu lintas maritim kembali beroperasi normal.

Trump menugaskan Korporasi Pembiayaan Pembangunan AS untuk mengamankan perdagangan lintas laut. Lembaga ini ditugaskan menjaga keamanan finansial bagi seluruh aktivitas perniagaan di kawasan Teluk.

Lembaga ini akan “memberikan, dengan harga yang sangat wajar, asuransi risiko politik dan jaminan.”

Selain urusan jaminan finansial, Trump juga menyiagakan perlindungan militer secara fisik. Angkatan bersenjata siap turun gunung mengamankan jalur pasokan energi tersebut.

“Jika perlu, Angkatan Laut Amerika Serikat akan mulai mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz, sesegera mungkin,” tegas sang presiden melalui sebuah unggahan di media sosial.

Lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz belakangan ini nyaris terhenti total. Para pemilik armada terpaksa berhenti berlayar sebagai langkah hati-hati. Mereka sangat cemas armada kapalnya dijadikan target serangan balasan dari pihak Iran.

Selat Hormuz memegang peran paling vital bagi lalu lintas minyak bumi secara global. Rute air ini menjadi jalur transit bagi sekitar 20% total konsumsi minyak mentah dunia. Ekspor bernilai raksasa ini mayoritas dikirim menuju pelanggan di China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Para ahli strategi komoditas di Wall Street telah membunyikan alarm bahaya. Penutupan Selat Hormuz dalam waktu panjang diyakini akan menjadi bencana. Harga minyak diprediksi sanggup meledak menembus angka 100 USD per barel.

Trump pada Selasa pagi sempat menyinggung soal dampak perang Iran terhadap harga energi dunia. Ia memaklumi situasi perang ini bisa memicu “harga minyak yang sedikit tinggi untuk sementara waktu.”

Meski begitu, ia sangat optimistis dengan kondisi ke depannya. Harga komoditas energi ini diprediksi akan langsung rontok seketika setelah konflik berakhir.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dolar AS Mengamuk, Harga Emas dan Perak Dunia Jatuh Berguguran

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot tajam pada...

Ketakutan Perang Timur Tengah Memuncak, Harga Emas Dunia Makin Berkilau

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mencetak sejarah...

Perang Membara dan Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terbang Lebih dari 8%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru