Trump Sebut Perang Iran Segera Usai, Bursa Saham Eropa Terbang Tinggi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Rabu (1/4/2026) waktu setempat. Aksi beli ini mengawali perdagangan bulan April dengan pemulihan yang kuat. Sentimen investor membaik drastis setelah sempat mencatatkan performa bulanan terburuk sejak 2022 pada Maret lalu.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir melonjak 2,5%. Hampir semua sektor dan bursa utama di kawasan tersebut berada di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis melaju 2,1% di akhir perdagangan.

Indeks FTSE 100 Inggris menguat hampir 1,9%. Sementara itu, DAX Jerman tumbuh paling perkasa dengan kenaikan sebesar 2,7%. Hanya sektor saham minyak dan gas yang gagal parkir di zona hijau pada penutupan hari ini.

Pasar global kembali bergairah setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan optimis. Trump menyebut pasukan militer AS akan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu ke depan. Ia menegaskan AS akan mengakhiri perangnya terlepas ada atau tidaknya kesepakatan.

Komentar Trump ini langsung berdampak pada penurunan harga minyak mentah dunia. Minyak mentah Brent turun 1,9% ke level USD 101,97 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS juga terpangkas 1,6% menjadi USD 99,79 per barel.

Di sisi korporasi, pengembang energi angin asal Denmark, Vestas, mengumumkan perolehan pesanan besar. Perusahaan menerima pesanan 135 megawatt di AS dan 90 megawatt di Inggris. Analis di Citi memberikan peringkat beli untuk saham ini seiring membaiknya pasar di Jerman.

“Dengan tanda-tanda perbaikan pasar di Jerman, dan bukti awal siklus kenaikan AS, kami pikir pesanan dapat terus bertambah dari sini, mendorong pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan,” ujar analis Citi dalam sebuah catatan resmi.

Kabar kurang sedap datang dari portal properti Rightmove yang sahamnya justru tergelincir. Perusahaan menghadapi gugatan perwakilan kelompok atau class action senilai 1,5 miliar poundsterling. Para agen real estat menuduh Rightmove melakukan penyalahgunaan pasar terkait biaya layanan.

Pihak manajemen Rightmove mengakui adanya klaim tersebut namun siap melakukan perlawanan hukum. Menurut perusahaan, tuntutan tersebut tidak memiliki landasan yang kuat.

“Tanpa dasar, dan kami akan mempertahankannya dengan gigih,” tegas Rightmove dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, saham Nike yang tercatat di bursa Frankfurt ikut terseret jatuh. Ritel olahraga ini memperingatkan penurunan penjualan untuk sisa tahun kalender ini. Nike memperkirakan penjualan di pasar utama China akan anjlok 20% pada kuartal berjalan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ada Sinyal Damai AS-Iran, Wall Street Kompak Menghijau di Awal April

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Trump Isyaratkan Perang Iran Segera Berakhir, Indeks Kospi Meroket 8%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Harapan Damai Perang Iran Muncul, Indeks Dow Jones Melejit 1.100 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru