STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed). Warsh akan menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya segera berakhir.
Mengutip CNB International, keputusan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai sosok pemimpin baru bank sentral AS tersebut. Trump mengumumkan pilihannya melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Jumat waktu setempat.
Trump memuji rekam jejak Warsh dengan nada optimistis. Ia meyakini Warsh akan membawa perubahan positif bagi institusi tersebut.
“Saya sudah mengenal Kevin sejak lama. Dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua Fed yang hebat, mungkin yang terbaik,” ujar Trump.
Kevin Warsh saat ini berusia 55 tahun. Ia bukan sosok asing di lingkungan bank sentral karena memiliki pengalaman luas di Wall Street dan pernah menjadi anggota dewan gubernur Fed sebelumnya.
Pelaku pasar menilai pemilihan Warsh tidak akan memicu guncangan besar. Sosoknya dianggap memiliki kredibilitas tinggi di mata para investor global.
Kepala Investasi The Bahnsen Group, David Bahnsen, menyebut Warsh adalah sosok yang tepat. Pasar keuangan menghormati kapasitas dan integritasnya.
“Dia kandidat yang sangat kredibel untuk jangka panjang,” kata Bahnsen.
Pencalonan Warsh terjadi di tengah hubungan yang kurang harmonis antara Trump dan Powell. Sejak 2018, Trump kerap mengkritik kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh Powell.
Warsh sendiri sempat menyuarakan perlunya perubahan kepemimpinan di bank sentral AS. Ia menilai ada masalah kepercayaan terhadap pejabat petahana saat ini.
“Defisit kredibilitas ada pada pejabat petahana di Fed saat ini menurut pandangan saya,” ungkap Warsh.
Kini, Warsh harus menghadapi proses konfirmasi di Senat AS. Jika disetujui, ia akan mulai menjabat pada Mei mendatang setelah masa jabatan Powell habis.
Trump sebelumnya mempertimbangkan beberapa kandidat kuat lainnya. Nama-nama seperti Christopher Waller dan Rick Rieder dari BlackRock sempat masuk dalam bursa calon.
Namun, pilihan akhirnya jatuh kepada Warsh. Trump menegaskan bahwa pemilihan ini adalah bagian dari upaya memperkuat ekonomi Amerika Serikat di masa depan.
Pasar saham futures sedikit terkoreksi tipis setelah pengumuman tersebut. Meski demikian, pergerakan ini dinilai wajar sebagai respons awal terhadap pergantian kepemimpinan di lembaga keuangan paling berpengaruh di dunia itu.
Target utama kepemimpinan baru ini nantinya tetap fokus pada pengendalian inflasi. Selain itu, kebijakan suku bunga akan menjadi perhatian utama para pelaku pasar global.
