back to top

Tunda Bayar Sukuk, BEI Suspensi Perdagangan Saham Wijaya Karya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) di seluruh pasar sejak perdagangan sesi pertama, Senin (18/12).

Menurut pengumuman BEI, Senin (18/12), WIKA disuspensi karena Perseroan menunda pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A (SMWIKA01ACN1) yang jatuh tempo pada 18 Desember 2023.

“Dengan mempertimbangkan kelangsungan usaha Perseroan maka Bursa Efek Indonesia (Bursa) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara Perdagangan Efek WIKA di seluruh pasar hingga pengumuman bursa lebih lanjut,” tulis manajemen BEI dalam pengumumannya.

BEI meminta para pihak terkait untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan.

Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Wijaya dalam keterangan, Kamis (14/12) menjelaskan, perseroan telah merilis laporan terkait penundaan pembayaran pokok Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I/2020 Seri A.

Mahendra mengatakan, WIKA akan tetap melakukan Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 Seri A, B dan C sesuai dengan nilai dan jadwal pembayaran dalam perjanjian perwaliamanatan.

Sebeumnya, papar Mahndra, Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan penilaian terhadap surat berharga WIKA dan menyematkan rating idCCC dengan kategori Credit Watch. Peringkat tersebut menurun dari sebelumnya yakni idBBB dengan kategori negative outlook.

Penurunan peringkat tersebut, menurut Mahndra, karena WIKA belum memperoleh persetujuan dari pemegang Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2020 seri A senilai Rp184 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2023.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Sesi I Turun 0,81% ke 8.255,183 Dipicu Saham BUMI, DEWA, BBCA, BBRI dan TLKM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

RMK Energy (RMKE) Rilis Obligasi Rp600 Miliar, Bunga 7,75%-8,25% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Hari ini, Kamis 26 Februari 2026,  Obligasi...

Rogoh Kocek Rp50,36 Miliar, Pengendali Serok 0,55% Saham INET di Harga Rp410

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemegang saham pengendali Sinergi Inti Andalan Prima...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru