STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana (PUP) saham atau Initial Public Offering (IPO) sebanyak 706,100 juta saham baru pada 22-27 Februari 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Menurut manajemen BDKR dalam prospektus yang diumumkan, Senin (6/2), jumlah saham Perseroan yang ditawarkan itu mewakili 15% dari modal ditempatkan dan disetor BDKR setelah (IPO) saham dengan nominal Rp100 per unit.
Harga saham calon emiten bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi dermaga, alat berat dan penyewaan crane yang ditawarkan kepada publik berada di rentang Rp188 sampai Rp200 per saham. Dana segar yang berpotensi diraup BDKR maksimal Rp141,22 miliar.
Bersamaan dengan (IPO) saham, BDKR juga menerbitkan 353,05 juta waran seri I. Setiap pemegang dua saham baru hasil (IPO)memperoleh satu waran. Setiap pemegang satu unit waran berhak membeli satu saham baru BDKR dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham.
IPO ini didahului dengan penawaran awal (book building) pada 6-10 Februari 2023. Untuk PUP BDKR, PT Semesta Indovest Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi Efek.
Menurut manajemen BDKR, pihaknya akan menggunakan dana hasil PUP dan dana dari pelaksanaan waran seri I, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya untuk modal kerja Perseroan.
Saham dan waran BDKR akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 01 Maret 2023. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat menerbitkan pernyataan efektif untuk (IPO BDKR pada 20 Februari 2023.
Pendapatan BDKR mencapai Rp477,12 miliar pada 2022, naik dari Rp413,33 miliar pada 2021. Dari pendapatan tersebut, BDKR membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp65,33 miliar pada 2022, tumbuh dari Rp28,38 miliar pada 2021.
Perseroan mencatat total aset Rp1,11 triliun pada 2022, naik 33,85%, dari Rp833,14 miliar pada 2021. Adapun ekuitas BDKR meningkat 13,07%, dari Rp503,28 miliar pada 2021 menjadi Rp569,08 miliar pada 2022. Sementara liabilitas naik 65,78% menjadi Rp546,84 miliar pada 2022, dari Rp329,85 miliar pada 2021.
