STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saka Industrial Arjana, ternyata terus menambah kepemilikan sahamnya dalam PT Mega Manunggal Property (MMLP). Terkini, Saka Industrial Arjana memborong sebanyak 1534.813.870 unit (7,76%) saham MMLP pada harga Rp580 per lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp310,19 miliar.
Penambahan kepemilikan saham MMLP dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia pada tanggal 30 Desember 2025. Setelah pembelian saham tersebut, total kepemilikan Saka Industrial Arjana atas MMLP meningkat menjadi 6.299.185.199 (91,43%), dari sebelumnya sebesar 5.764.371.329 unit (83,67%) saham.
Direksi Saka Industrial Arjana dalam keterbukaan informasi yang disampaikan, Senin 5 Januari 2026 mengatakan, penambahan kepemilikan saham MMLP bertujuan untuk memperkuat investasi dan mempertahankan pengendalian.
Mega Manunggal (MMLP) membukukan pendapatan sebesar Rp265,45 miliar pada kuartal III 2025, naik 3,24% dari Rp257,11 miliar pada periode sama 2024. Kenaikan pendapatan disertai peningkatan beban pokok dan beban operasional Perseroan. Akibatnya, laba bersih MMLP anjlok 77,76% menjadi Rp50,39 miliar pada kuartal III 2025 jika dibandingkan Rp226,61 miliar pada kuartal III 2024.
Di Bursa Efek Indonesia, saham MMLP tercatat Rp510 per unit, anjlok 8,11% dibanding sehari sebelumnya di level Rp555 per unit. Selama sepekan perdagangan di BEI, harga saham MMLP telah turun sebesar 4,31%. Jika dibandingkan antara harga 3 Desember 2025 di level Rp565 terhadap harga penutupan kemarin, maksa saham emiten properti ini turun sebesar 1,76%.
Sekedar informasi, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) atau MMP, merupakan penyedia gudang yang menunjang kebutuhan industri properti. Perusahaan fokus pada gedung perkantoran dan gudang logistik, dengan total luas sewa 368.000 m2.
Perusahaan tersebut mengelola sebanyak 13 aset di sembilan lokasi. Antara lain, di Kawasan Bandara Halim (Jakarta Timur), Gudang Pondok Ungu, Unilever West Distribution Center, Gudang Jababeka, Lazada Cimanggis Depok, dan Gudang Manyar Surabaya. (konrad)
