Sabtu, November 29, 2025
31.1 C
Jakarta

Usai Cetak Rekor Baru, Wall Street Berakhir Nyungsep. Ini Biang Keroknya!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Usai mencatat rekor penutupan tertinggi, Wall Street berakhir nyungsep pada penutupan perdagangan Kamis (16/5/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (17/5/2024) WIB.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS kehilangan 38,62 poin atau 0,10%, menjadi 39.869,38. Sebelumnya, indeks ini sempat melampaui angka 40.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Indeks S&P 500 (SPX), turun 11,05 poin atau 0,21% mencapai 5.297,10. Adapun indeks komposit Nasdaq (IXIC), tergerus 44,07 poin atau 0,26% menjadi 16.698,32.

Penurunan ini terjadi meski pasar sempat menguat. Dow Jones, yang terdiri dari 30 saham besar, mendekati angka 40.000 berkat sentimen positif dan laporan laba yang kuat. Namun, tekanan jual membuat indeks ini kembali turun.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga tidak luput dari aksi jual, meski sempat menunjukkan performa yang kuat. S&P 500 mencapai level 5.300 untuk pertama kalinya, sementara Nasdaq mencatat rekor baru sepanjang masa.

Kendati demikian, pasar tetap optimistis. Sepanjang 2024, Dow telah naik hampir 6%, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat 11%. Investor tetap yakin akan potensi keuntungan di tengah harapan pemotongan suku bunga dan perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan.

Walmart menjadi pendorong utama Dow melewati angka 40.000. Pengecer terbesar dunia ini naik hampir 7% berkat hasil kuartal pertama yang kuat. Walmart kini naik 21% pada 2024.

Kenaikan Dow menuju 40.000 juga didorong oleh harapan pemotongan suku bunga dan antusiasme terhadap kecerdasan buatan. Pemotongan suku bunga Federal Reserve pertama diperkirakan akan terjadi pada September. Harapan ini tumbuh setelah laporan kenaikan harga konsumen yang lebih kecil dari perkiraan untuk April.

Saham-saham teknologi seperti Amazon, Meta Platforms, dan Nvidia juga naik tajam sepanjang tahun ini. Amazon, yang baru bergabung dengan Dow pada kuartal pertama, naik lebih dari 20% untuk tahun ini. Saham-saham Dow lainnya yang menonjol tahun ini termasuk American Express, yang naik sekitar 29%, dan Goldman Sachs, yang naik 20%. Saham-saham ini naik karena investor yakin ekonomi akan terhindar dari resesi dan konsumen akan tetap kuat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Libur Thanksgiving, Investor Siap “Gaspol” Besok Pagi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street tutup...

Isu Akuisisi Bikin Saham Puma Terbang 18%, Bursa Eropa Selamat dari Zona Merah

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Full Senyum! Bursa Asia Kompak Menghijau, Investor India Panen Besar

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik berakhir menguat...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru