STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Victoria Investama (VI), pemegang saham pengendali PT Bank Victoria International Tbk (BVIC), memborong 123.919. 497 unit (0,78%) saham emiten perbankan tersebut pada 15 September 2025.
Seperti dikutip dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan Manajemen, Jumat 19 September 2025, Victoria Investama membeli saham BVIC pada harga Rp198 per unit. Tujuan transaksi saham senilai Rp28,49 miliar itu adalah untuk meningkatkan penyertaan saham dalam entitas anak BVIC.
Kepemilikan Victoria Investama atas saham BVIC setelah pembelian ini, meningkat, dari 10.938.152.445 (59,40%), jadi 11.082.071/942 (60,18%) saham.
Ditinjau dari sisi keuangan, BVIC mencatat laba bersih sebesar Rp125,6 miliar pada semester I 2025, tumbuh 70% jika dibandingkan Rp73,9 miliar pada semester I 2024. Pendapatan bunga bersih naik 10,6% menjadi Rp1,1 triliun pada semester I 2025, dari Rp994,6 miliar pada periode sama tahun 2024.
Di Bursa Efek Indonesia atau BEI, harga saham BVIC tercatat di Rp112 per unit, turun 0,88% jika dibandingkan sebelumnya di posisi Rp113 per unit. Jika dibandingkan antara harga 19 Agustus 2025 terhadap harga 18 September 2025, saham BVIC telah naik 20,21%, dari Rp94 menjadi Rp113 per saham. (konrad)
