Senin, Januari 12, 2026
24.1 C
Jakarta

Wall Street Berakhir “Mixed”

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street berakhir “mixed” pada penutupan perdagangan Kamis (28/12/2023) waktu setempat atau Jumat pagi (29/12/2023) WIB. indeks komposit Nasdaq di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, finis di wilayah negatif.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup naik sebanyak 53,58 poin, atau sekitar 0,14% menjadi 37.710,1 poin. Indeks S&P 500 (SPX) berakhir datar dengan kenaikan hanya 1,77 poin, menetap di 4.783,35 poin. Adapun Indeks komposit Nasdaq (IXIC), turun tipis 4,04 poin, mencapai 15.095,14  poin.

Data terkini, termasuk klaim tunjangan pengangguran, penjualan rumah, dan data perdagangan/Inventaris awal, menunjukkan bahwa ekonomi Amerika Serikat mengalami pelemahan namun tetap solid. Kondisi ini memberikan dukungan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan, dan AS berhasil menghindari resesi.

Menurut instrumen FedWatch CME Group, peluang The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Maret mencapai 74,1%. Hal ini mencerminkan komitmen bank sentral dalam menghadapi tantangan ekonomi dan menjaga stabilitas.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sektor utilitas mengalami peningkatan persentase terbesar. Sementara sektor energi mengalami penurunan. Perubahan dinamika dalam sektor-sektor ini turut berkontribusi pada kompleksitas lanskap pasar secara keseluruhan.

Sementara itu, ketidakpastian ekonomi global masih berlanjut, dan bursa Eropa menghadapi tekanan pada hari Kamis, turut mempengaruhi kinerja campuran di Wall Street. Para investor dengan cermat memantau perkembangan geopolitik, kekhawatiran inflasi, dan gangguan rantai pasokan yang dapat memengaruhi sentimen pasar dalam beberapa minggu mendatang.

Secara keseluruhan, performa campuran di Wall Street, ditambah dengan pelemahan bursa Eropa, menunjukkan keseimbangan yang rapuh yang sedang dihadapi ekonomi global dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian. Para investor disarankan untuk tetap waspada dan fleksibel merespons perubahan kondisi pasar yang terus berkembang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

MIND ID dan Pertamina Sinergi Garap Hilirisasi Batu Bara demi Swasembada Energi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID...

Perkuat Cadangan Emas dan Tembaga, Amman Mineral (AMMN) Kucurkan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)...

BRMS Guyur Jutaan Dolar AS, Gencar Cari Cadangan Emas dan Tembaga Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru