STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat sore (23/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (24/1/2026). Indeks Nasdaq berhasil memperpanjang penguatan di tengah meredanya kekhawatiran geopolitik. Namun, indeks Dow Jones justru tampil mengecewakan.
Mengutip CNBC International, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang padat teknologi naik 0,28% ke level 23.501,24. Sebaliknya, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) merosot 285,30 poin atau 0,58% ke posisi 49.098,71. Adapun indeks S&P 500 (SPX) hanya naik tipis 0,03% dan berakhir di level 6.915,61.
Pelemahan indeks Dow Jones dipicu oleh saham Goldman Sachs. Saham bank investasi ini anjlok hampir 4%. Hal tersebut menjadi beban berat bagi indeks yang berisi 30 saham unggulan tersebut.
Kondisi berbeda terjadi pada Nasdaq dan S&P 500. Keduanya mendapat sokongan dari saham Nvidia dan Advanced Micro Devices (AMD). Saham Nvidia naik 1,5%, sementara AMD melonjak lebih dari 2%.
Sentimen positif muncul dari kabar rencana kunjungan CEO Nvidia, Jensen Huang ke China dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, saham teknologi lainnya seperti Microsoft juga ikut merangkak naik.
Di sisi lain, saham Intel justru tumbang sekitar 17%. Penurunan tajam ini terjadi setelah produsen cip tersebut melaporkan prospek kuartal pertama yang mengecewakan.
Pasar modal AS sebenarnya sempat menguat dalam dua sesi sebelumnya. Investor merasa lega karena meredanya ketegangan dagang dan risiko geopolitik.
Aksi beli mulai terjadi sejak Rabu lalu. Pemicunya adalah keputusan Presiden Donald Trump membatalkan ancaman tarif impor terhadap delapan negara Eropa. Rencananya tarif ini mulai berlaku 1 Februari mendatang.
Trump juga mengumumkan hasil pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte. Keduanya disebut mencapai “kerangka kesepakatan masa depan terkait Greenland”. Melalui CNBC, Trump mengeklaim sudah memiliki konsep kesepakatan dengan pulau Arktik tersebut.
Scott Ellis, Managing Director, Corporate Credit di Penn Mutual Asset Management memberikan analisanya. Ia menyebut muncul istilah “TACO trade” di kalangan investor minggu ini.
“Investor minggu ini menyambut istilah yang dimulai sekitar Hari Pembebasan atau tak lama setelahnya — ‘TACO trade’,” ujar Scott Ellis.
Menurut Ellis, investor mungkin akan melihat pola ini di masa depan. Ia menilai pemerintahan Trump mulai melunakkan retorika demi menyelesaikan kesepakatan.
“Mungkin investor akan melihat hal itu di masa depan saat Trump dan pemerintahan ini menarik kembali beberapa retorika demi menyelesaikan kesepakatan,” tambah Ellis.
Namun, pernyataan berbeda datang dari pihak Greenland. Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen mengaku tidak tahu isi “kerangka kerja” yang diumumkan Trump. Ia menegaskan setiap kesepakatan harus tetap menghormati kedaulatan wilayahnya.
“Setiap kesepakatan semacam itu harus menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Greenland,” tegas Nielsen.
Meski sempat bangkit di tengah minggu, performa mingguan Wall Street tetap memerah. Indeks Dow Jones turun 0,5% dalam sepekan. Indeks S&P 500 kehilangan sekitar 0,4%, sementara Nasdaq terkikis kurang dari 0,1%. S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan penurunan selama dua minggu berturut-turut.
