Rabu, Januari 7, 2026
29.5 C
Jakarta

Wall Street Ditutup Menguat, Dow Jones Melonjak 659 Poin Usai AS Tangkap Maduro

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (5/1/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (6/1/2026) WIB. Penguatan terjadi meski Amerika Serikat melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap pemimpinnya, Nicolas Maduro. Investor menilai aksi tersebut tidak memicu konflik geopolitik yang lebih luas.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 594,79 poin atau 1,23% ke level 48.977,18. Indeks S&P 500 (SPX) juga menguat 43,58 poin atau 0,64% ke posisi 6.902,05. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, naik 160,193 poin atau 0,69% ke level 23.395,822.

Saham sektor energi memimpin penguatan. Pelaku pasar menilai perusahaan energi berpeluang diuntungkan dari upaya pembangunan kembali infrastruktur minyak Venezuela. Saham Chevron melonjak 5% dan dinilai sebagai penerima manfaat terbesar karena telah memiliki operasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Saham Exxon Mobil naik 2%.

Saham perusahaan jasa ladang minyak juga bergerak naik. Saham Halliburton dan SLB masing-masing melesat 9%. State Street Energy Select Sector ETF (XLE) menguat hampir 3%.

Kepala Strategi Investasi CFRA Research, Sam Stovall, mengatakan kenaikan harga minyak berpeluang terjadi dalam jangka pendek. “Mungkin dalam jangka pendek, ini akan mendorong harga minyak karena muncul pertanyaan soal pasokan dan pengiriman minyak,” ujar Stovall kepada CNBC.

Ia menambahkan dampak jangka panjang justru bisa bersifat positif. “Dalam jangka panjang, ini bisa menjadi perbaikan karena Venezuela hanya menyumbang sekitar 1% dari pasokan minyak dunia dan kondisinya terus memburuk selama bertahun-tahun. Infrastruktur mereka perlu diperbaiki dan kemungkinan itu bisa dibantu oleh Amerika Serikat,” kata Stovall.

Di tengah penguatan pasar saham, pelaku pasar juga menambah eksposur ke aset aman. Kontrak berjangka emas naik sekitar 3%. Bitcoin diperdagangkan di atas US$94.000.

Saham sektor keuangan turut menguat. Investor di Wall Street bertaruh pada prospek ekonomi Amerika Serikat yang solid tahun ini. Saham Goldman Sachs naik 4%. Saham U.S. Bancorp menguat 3%.

Stovall menilai pasar tengah kembali agresif menempatkan dana ke aset berisiko. “Pasar pada dasarnya mengatakan, ‘Kami akan kembali menempatkan uang ke pasar setelah melakukan tax-loss harvesting dan penyesuaian portofolio di akhir 2025, lalu kembali membeli saham di awal 2026,’” ujarnya. “Investor tetap fokus pada langkah The Fed dan kinerja laba korporasi. Sejauh ini, lingkungannya masih risk-on.”

Setelah serangan dan penangkapan oleh militer AS, Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diterbangkan ke New York. Keduanya didakwa atas konspirasi narkoterorisme dan sejumlah kejahatan lain. Dalam dakwaan disebutkan perdagangan narkoba “telah memperkaya dan mengokohkan elite politik dan militer Venezuela.”

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu lalu menyatakan AS akan “mengelola” Venezuela hingga tercapai transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

Analis kebijakan Evercore ISI, Matthew Aks, menilai peristiwa ini signifikan secara geopolitik. “Ini merupakan peristiwa geopolitik yang signifikan, meski kecil kemungkinannya menjadi penggerak pasar utama dalam waktu dekat,” tulis Aks dalam catatannya. “Untuk saat ini, investor harus menghadapi lanskap yang sudah familiar terkait ambiguitas terarah Trump soal langkah berikutnya.”

Aks menambahkan Trump cenderung tidak tertarik pada perubahan rezim skala besar dengan pengerahan pasukan darat. “Naluri kami melihat Trump umumnya tidak tertarik pada perubahan rezim berskala penuh seperti perang Irak dan Afghanistan yang selama ini ia kritik. Namun, pernyataan Trump hari ini masih membuka kemungkinan langkah ini tidak berhenti pada satu aksi saja,” tulisnya.

Saham perusahaan pertahanan ikut menguat. Saham General Dynamics naik 3%. Saham Lockheed Martin menguat 2%. Penguatan terjadi seiring aksi terbaru Trump yang menunjukkan serangan militer cepat menjadi bagian penting kebijakan luar negerinya dalam menghadapi isu geopolitik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Cetak Rekor Baru: Dow Jones Tembus 49.000, Saham AI Jadi Primadona

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street kembali...

Bursa Saham Eropa Melejit, InPost Terbang 26% Usai Kabar Akuisisi

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Tensi Venezuela Memanas, Saham Pertahanan Asia Terbang Tinggi dan Bursa Jepang Cetak Rekor

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia bergerak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru