spot_img

Trump Naikkan Tarif Obat Impor 100%, Saham Sektor Farmasi Eropa Langsung Lesu

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Jumat (26/9/2025) waktu setempat. Kenaikan ini terjadi meski saham farmasi bergerak datar. Sentimen pasar sempat tertekan usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan dagang terbarunya.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang mencakup saham-saham utama di kawasan Eropa, naik 0,78% ke level 554,52 dengan sebagian besar sektor berada di zona hijau. CAC 40 Prancis menguat 0,97% ke 7.870,68, FTSE MIB Italia naik 0,96% ke 42.646,23, DAX Jerman bertambah 0,87% ke 23.739,47, dan FTSE 100 Inggris ditutup naik 0,77% ke 9.284,83. Kenaikan terbesar dicatatkan indeks IBEX 35 Spanyol yang melompat 1,30% ke 15.350,40.

Sektor farmasi sempat berfluktuasi sepanjang sesi, lalu berakhir datar. Tekanan datang setelah Trump mengumumkan tarif 100% untuk impor obat-obatan ke AS mulai 1 Oktober. “Perusahaan yang membangun pabrik di Amerika akan dibebaskan, tetapi hanya setelah mereka memulai pembangunan fasilitas itu,” tulis Trump di Truth Social.

Beberapa saham farmasi anjlok, seperti Zealand Pharma yang turun 2,4%, Novo Nordisk terkoreksi 3,5%, dan Orion dari Finlandia melemah 1,9%. Sebelumnya, Trump sempat mengancam tarif hingga 200% untuk impor obat-obatan.

Meski begitu, analis dari JP Morgan menilai dampak kebijakan ini tidak akan terlalu besar. “Potensi tarif 100% seharusnya bisa dihindari dengan membangun pabrik di AS. Kami melihat dampak keseluruhan dari tarif tetap bisa dikelola,” tulis tim strategi JP Morgan.

Trump juga menyampaikan lewat Truth Social bahwa truk berat impor akan dikenakan tarif 25% mulai bulan depan. Di sisi lain, kebijakan perdagangan Uni Eropa ikut jadi sorotan setelah laporan Handelsblatt menyebut blok tersebut berencana mengenakan tarif hingga 50% pada baja asal China dalam beberapa minggu ke depan.

Sementara itu, saham perusahaan energi terbarukan asal Denmark, Orsted, turun 2%. Financial Times melaporkan perusahaan yang tengah krisis itu sedang dalam pembicaraan untuk menjual sebagian kepemilikan proyek ladang angin Hornsea 3 di Inggris kepada manajer aset AS, Apollo.

- Advertisement -

Artikel Terkait

OpenAI Siap Melantai di Bursa Saham, Bakal Jadi IPO Terbesar dalam Sejarah?

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – OpenAI diam-diam mendaftarkan diri untuk...

Futures Saham AS Turun Tipis, Investor Soroti Valuasi Saham Chip dan Konflik Timur Tengah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Saham Chip Bangkit, Indeks S&P 500 dan Nasdaq Parkir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru