back to top

Wall Street Kembali Bergairah, Indeks Dow Jones Melompat 370 Poin

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa sore (24/2/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (25/2/2026) WIB.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 370,44 poin atau 0,76% ke level 49.174,50. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 0,77% dan berakhir di posisi 6.890,07. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 1,04% menjadi 22.863,68.

Tiga indeks utama ini sukses mencetak rapor hijau. Kenaikan dipimpin oleh lompatan saham Advanced Micro Devices (AMD) dan sektor perangkat lunak. Ketakutan investor soal ancaman kecerdasan buatan (AI) pada industri mulai mereda.

Indeks Dow Jones mendapat dorongan kuat dari saham Home Depot. Harga saham perusahaan ini naik hampir 2%. Pendapatan Home Depot berhasil melampaui ekspektasi pasar untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir. Saham IBM juga ikut menopang penguatan Dow Jones setelah sempat anjlok sehari sebelumnya.

Saham AMD terbang tajam hingga 8,8%. Kenaikan ini terjadi usai Meta Platforms mengumumkan kerja sama jangka panjang dengan produsen cip tersebut. Kemitraan baru ini mencakup penerapan unit pemrosesan grafis (GPU) AMD hingga 6 gigawatt untuk pusat data AI.

Meta juga berencana berinvestasi di AMD. Mereka menggunakan waran berbasis kinerja untuk maksimal 160 juta lembar saham. Pekan lalu, Meta baru saja memborong jutaan cip Nvidia. Saham Nvidia ikut merespons positif dengan naik 0,7%.

Sektor perangkat lunak kembali bernapas lega. Saham Docusign melonjak lebih dari 2%. Perusahaan AI Anthropic baru saja menghubungkan produk Claude Cowork dengan Docusign. Integrasi serupa juga berlaku untuk alat kerja lain seperti Google Drive dan Gmail.

Langkah Anthropic ini memicu optimisme baru di lantai bursa. Investor melihat AI bisa melengkapi alat kerja perusahaan perangkat lunak. AI bukan sekadar ancaman untuk mengambil alih tempat mereka.

Sentimen positif ini langsung menular ke saham sejenis lainnya. Saham Salesforce melompat 4%. Perusahaan ini juga sudah menjalin kerja sama dengan Anthropic. Saham ServiceNow ikut menguat lebih dari 1%. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) melonjak hampir 2%, meski posisinya masih 30% di bawah level tertinggi 52 minggunya.

Anshul Sharma, Chief Investment Officer di Savvy Wealth, membagikan ulasannya kepada CNBC terkait pergerakan pasar.

“Bagi saya tampaknya pasar sendiri sedang berada dalam mentalitas jual dulu, tanya belakangan. Hal ini sudah terjadi beberapa waktu, dan itulah alasannya Anda melihat beberapa perusahaan perangkat lunak level enterprise terkena pukulan cukup telak,” tuturnya.

“Sebuah reli pemulihan klasik setelah aksi jual tersebut,” tambahnya.

Sharma belum mau menelan mentah-mentah isu liar di Wall Street akhir-akhir ini. Banyak pihak berspekulasi AI akan langsung menyingkirkan banyak perangkat lunak perusahaan secara instan.

“Sangat berisiko dari perspektif liabilitas bagi perusahaan berskala sangat besar untuk mengatakan, ‘Oke, kita sekarang akan menjauh dari perangkat lunak perusahaan — yang sudah teruji dan terbukti, yang telah dites dan sejalan dengan parameter risiko kita — lalu membangunnya secara internal, dan ini semua akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, beberapa kuartal ke depan’,” urainya.

“Penurunan pada perangkat lunak merupakan reaksi yang sangat instan,” tegas Sharma.

Pada perdagangan Senin lalu, pasar saham memang sempat berguguran. Hal ini dipicu oleh hidupnya kembali ketakutan terhadap disrupsi AI. Ancaman Presiden Donald Trump menaikkan tarif global menjadi 15% juga membuat pedagang waswas. Begitu pula ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kebijakan tarif global AS sebesar 10% akhirnya resmi berlaku pada hari Selasa.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Kejutan Tarif Trump Cuma 10%, Bursa Saham Eropa Sukses Melaju Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Ancaman Tarif Trump Kembali Menggema, Bursa Saham Asia Bergerak Bervariasi

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

Tarif Baru Trump Guncang Bursa Saham Eropa, DAX Jerman Turun Lebih dari 1%

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru