STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (24/11) waktu setempat atau Selasa pagi (26/11/2025) WIB. Sentimen pasar membaik menjelang libur Thanksgiving setelah tekanan berkepanjangan yang sempat menahan reli saham berbasis kecerdasan buatan sepanjang tahun ini.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York menguat 202,86 poin atau 0,44% ke posisi 46.448,27.
Indeks S&P 500 (SPX) naik 102,13 poin atau 1,55% dan berakhir di 6.705,12. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melonjak 598,92 poin atau 2,69% menjadi 22.872,00. ni menjadi kinerja harian terbaik Nasdaq sejak 12 Mei ketika mencatat kenaikan 4.35%.
Saham Alphabet memimpin reli pasar. Investor menilai posisi perusahaan dalam kompetisi kecerdasan buatan semakin solid. Google pekan lalu merilis model AI terbaru Gemini 3, delapan bulan setelah peluncuran Gemini 2.5. Saham Alphabet melesat 6.3%.
Antusiasme investor terhadap Alphabet ikut mendorong saham teknologi lain. Broadcom melonjak 11.1%. Micron Technology naik sekitar 8%. Palantir Technologies dan AMD masing-masing naik 4.8% dan 5.5%. Saham Meta, Nvidia, dan Amazon juga menguat.
Managing Director SimCorp, Melissa Brown, memberi catatan atas reli yang dipimpin satu saham besar. Ia menilai kondisi ini menyimpan risiko. Ia mengatakan reli seperti ini tidak mencerminkan perbaikan pasar secara luas. Menurutnya, kekuatan reli sulit berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Kenaikan pada Senin memperpanjang rebound yang muncul sejak Jumat. Saat itu, Presiden Federal Reserve New York membuka peluang pemangkasan suku bunga pada Desember. Meski sentimen membaik, pasar saham masih tertekan sepanjang November akibat penilaian ulang valuasi tinggi pada saham-saham berbasis AI yang sepanjang 2025 menjadi motor reli.
S&P 500 turun sekitar 2% pekan lalu dan melemah sekitar 2% sepanjang November. Nasdaq yang merosot hampir 3% pekan lalu kini turun lebih dari 3% sepanjang bulan. Dow Jones melemah sekitar 2% pekan lalu dan turun lebih dari 2% sejak awal November.
Pasar memasuki pekan pendek yang diperkirakan penuh tantangan. Volume perdagangan diprediksi menipis menjelang libur dan minim katalis sebelum keputusan suku bunga The Fed pada Desember. Brown menilai data ekonomi dalam waktu dekat berpotensi memicu volatilitas. Data penjualan ritel AS untuk September dan indeks harga produsen yang dirilis Selasa dinilai penting. Ia menilai sentimen negatif bisa memperbesar dampak kabar buruk, apalagi pada volume perdagangan yang rendah.
Bursa AS akan libur pada Kamis untuk Thanksgiving. Perdagangan pada Jumat ditutup lebih cepat pada pukul 13.00 waktu setempat.
