back to top

Wall Street Meroket! S&P 500 Naik 1,59% di Akhir Februari, Investor Cuek soal Trump-Zelenskyy

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengakhiri Februari dengan reli tajam. Pada penutupan perdagangan Jumat (28/2/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (1/3/2025) WIB, pasar saham AS tetap menguat meski sempat terguncang oleh ketegangan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York naik 601,41 poin atau 1,39% menjadi 43.840,91. Indeks S&P 500 (SPX) juga menguat 92,93 poin atau 1,59% mencapai 5.954,5. Sementara itu, Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, melonjak 302,86 poin atau 1,63% menuju level 18.847,28.

Pergerakan saham sempat tergelincir setelah Trump dan Zelenskyy berdebat mengenai potensi kesepakatan mineral Ukraina dengan AS. Trump secara blak-blakan memperingatkan Zelenskyy, “Anda harus buat kesepakatan atau kami keluar. Anda sedang berjudi dengan Perang Dunia III.”

Pernyataan tersebut sempat memicu kepanikan di pasar. Indeks Volatilitas Cboe (VIX), yang mencerminkan tingkat ketakutan investor, melonjak ke 22,40—level tertinggi sejak 27 Januari. Namun, menjelang penutupan, pasar kembali menguat, didorong oleh rebalancing indeks dan dorongan beli besar-besaran di Bursa Efek New York.

Secara bulanan, Nasdaq menjadi yang paling terpukul dengan penurunan hampir 4% pada Februari, menjadikannya bulan terburuk sejak April 2024. S&P 500 turun 1,4%, sedangkan Dow Jones turun 1,6%. Namun, dalam sepekan terakhir, Dow justru unggul dengan kenaikan 1%.

Investor Jim Lebenthal dari Cerity Partners mengaku khawatir dengan situasi geopolitik ini. “Saya terganggu dengan apa yang baru saja terjadi. Jika kebijakan luar negeri AS justru memperkuat Rusia dan Vladimir Putin, saya rasa itu tidak baik untuk pasar saham maupun ekonomi global,” ujarnya di CNBC.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dihantui Bayang-bayang Stagflasi Akibat Krisis Iran, Wall Street Merah Tiga Pekan Beruntun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Di Balik Runtuhnya Bursa Saham Eropa: Krisis Minyak dan Skandal Eksposur USD 30 Miliar Bank Raksasa

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada...

Peluang Resesi 2026 Melonjak ke 32%, Bursa Saham Asia Kompak Berguguran

STOCKWATCH.ID (HONG KONG) – Bursa saham Asia-Pasifik ditutup melemah...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru