Rabu, Januari 21, 2026
28.6 C
Jakarta

Wall Street Merosot Dipicu Mencuatnya Kekhawatiran Inflasi dan Pertumbuhan

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir merosot pada penutupan perdagangan Kamis (25/4/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (26/4/2024) WIB. Anjloknya bursa saham Amerika Serikat (AS) itu, karena mencuatnya kekhawatiran akan inflasi dan pertumbuhan.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup turun 375,12 poin atau 0,98% menjadi 38.085,80. Ini dipicu oleh penurunan tajam pada saham Caterpillar dan IBM. Bernasib sama, indeks S&P 500 (SPX), anjlok 23,21 poin atau 0,46% menjadi 5.048,42. Segendang sepenarian, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga kehilangan 100,99 poin atau 0,64% menjadi 15.611,76.

Menurut Biro Analisis Ekonomi, Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS) tumbuh sebesar 1,6% pada kuartal pertama 2024. Ini berbanding terbalik dengan proyeksi para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones yang memperkirakan pertumbuhan PDB akan mencapai 2,4%.

Selain pertumbuhan yang mengecewakan pada kuartal tersebut, laporan itu juga menunjukkan bahwa indeks harga konsumsi pribadi meningkat sebesar 3,4%, jauh di atas angka 1,8% pada kuartal sebelumnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas inflasi yang terus berlanjut dan mempertanyakan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Temuan ini juga mengindikasikan adanya lingkungan stagflasi, yaitu kombinasi antara perlambatan pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang meningkat, yang dapat menimbulkan kesulitan tambahan bagi pembuat kebijakan ke depannya.

Pasca rilis data PDB, harapan para pelaku pasar terhadap pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve menurun. Data perdagangan masa depan dari dana Fed menunjukkan bahwa hanya akan ada satu pemangkasan suku bunga dalam tahun ini, menurut alat CME FedWatch Tool.

Kejatuhan Teknologi
PDB yang mengecewakan menambah tekanan pada pasar yang sudah tegang karena kekhawatiran akan penurunan pendapatan teknologi.

Meta tergelincir sebesar 10,5% setelah raksasa media sosial itu mengeluarkan panduan pendapatan yang rendah untuk kuartal kedua. Sementara itu, International Business Machines (IBM) juga merosot sebesar 8,3% setelah tidak mencapai perkiraan konsensus untuk pendapatan kuartal pertama.

Rilis laporan Meta menimbulkan kekhawatiran menjelang publikasi laporan keuangan perusahaan teknologi besar lainnya. Microsoft dan Alphabet dijadwalkan akan melaporkan pendapatan mereka setelah penutupan perdagangan pada Kamis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Puluhan Ribu Ton Batubara Tak Bertuan di Kutai Kartanegara Diamankan Kementerian ESDM

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum)...

Ahmad Yani Resmi Jadi Direktur Utama PGEO, Targetkan Kapasitas 1 GW dalam 3 Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)...

PT Vale (INCO) Beberkan RKAB 2026 dan Progres Proyek Strategis di Hadapan Komisi XII DPR

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghadiri...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru