Wall Street Terpukul! Dow Anjlok 225 Poin Gara-Gara Inflasi Tinggi
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/2/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (13/2/2025) WIB. Pergerakan ini dipengaruhi oleh data inflasi Januari yang lebih tinggi da...
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup bervariasi pada Rabu (12/2/2025) waktu setempat atau Kamis pagi (13/2/2025) WIB. Pergerakan ini dipengaruhi oleh data inflasi Januari yang lebih tinggi dari perkiraan. Investor khawatir The Fed akan menunda rencana pemangkasan suku bunga.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 225,09 poin atau 0,5% menjadi 44.368,56. Indeks S&P 500 (SPX) juga turun 16,53 poin atau 0,27% menuju posisi 6.051,97. Sebaliknya, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, justru menguat tipis 6,09 poin atau 0,03% dan bertahan di level 19.649,95.
Laporan inflasi mencatat kenaikan harga konsumen sebesar 0,5% dalam sebulan, lebih tinggi dari ekspektasi 0,3%. Secara tahunan, inflasi mencapai 3%, melebihi proyeksi 2,9%. Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, naik 0,4% dalam sebulan dan 3,3% dalam setahun terakhir.
Data ini membuat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun melonjak ke 4,66%. Saham teknologi besar seperti Amazon dan Alphabet ikut tertekan. Sektor konsumen dan perbankan juga melemah karena kekhawatiran daya beli masyarakat turun.
Namun, ada sentimen positif di pasar. Ketua DPR AS Mike Johnson mengatakan Gedung Putih sedang mempertimbangkan pengecualian tarif untuk produk farmasi dan otomotif. Kabar ini mengangkat saham GM dan Ford.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026