Dituding Kejar Kuantitas Ketimbang Kualitas Emiten Baru, BEI Ngaku Introspeksi dan Siapkan Strategi Tingkatkan Mutu IPO
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Para pelaku pasar modal Indonesia kerap mengkritik kualitas emiten-emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan pemilik modal tersebut meminta BEI bukan...
Selain itu, BEI juga berencana meningkatkan kualitas perusahaan tercatat dengan meningkatkan standar finansial test untuk perusahaan kecil dan menengah. Mereka juga sedang membahas ketentuan mengenai sponsor yang akan mendukung perusahaan dalam menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG).
Nyoman menegaskan bahwa peningkatan kualitas emiten baru bukan hanya menjadi fokus BEI dalam hal kuantitas, tetapi juga dalam hal kualitas. "Kami menetapkan ada istilahnya Lighthouse Company. Jadi ada perusahaan-perusahaan mencusuar yang kita targetkan setiap tahun," ungkapnya.
Sebelumnya, Nyoman mengatakan, BEI menargetkan tiga perusahaan beraset besar atau light house company untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) saham tahun ini. Adapun kriteria calon emiten yang disebut light house company, kata Nyoman, antara lain memiliki minimal 15% dari free float dan aset paling sedikit Rp3 triliun.
Meskipun BEI menargetkan tiga light house company untuk melantai di pasar modal, Nyoman tidak mengungkap identitas perusahaan tersebut. Sejumlah perusahaan besar, seperti PT Lion Mentari Airlines, Sumarecon Mall, dan PT Freeport Indonesia, disebut-sebut akan mencatatkan sahamnya di BEI tahun ini. Namun Nyoman enggan mengomentari lebih jauh terkait kabar tersebut. "Tinggal ditunggu saja," tegasnya Ketika itu.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap emiten yang tercatat di BEI. Dengan upaya yang holistik dan terencana, BEI berharap dapat meningkatkan reputasi pasar modal Indonesia serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi para pemangku kepentingan.
- 1
- 2
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- IHSG Sesi I Menguat 0,57% ke 6.270,155, Saham BBCA dan UNVR Pimpin Penguatan
- Bakrie Capital Tebus 66,46 Miliar Saham BNBR, Kepemilikan Naik ke 25,31%
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- IHSG Sesi I Menguat 0,57% ke 6.270,155, Saham BBCA dan UNVR Pimpin Penguatan
- Bakrie Capital Tebus 66,46 Miliar Saham BNBR, Kepemilikan Naik ke 25,31%
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- WOMF Serap 100% Dana Obligasi Rp779,52 Miliar untuk Pembiayaan Konsumen
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi