back to top

ROE BNI Melesat 120 Basis Poin dalam Tiga Tahun Terakhir

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI mencatat kinerja positif yang terus meningkat. Itu merupakan hasil transformasi Perseroan selama tiga tahun terakhir.

Melalui upaya transformasi tersebut, BNI memperkuat struktur bisnisnya untuk menghadapi dinamika ekonomi masa depan. Salah satu pencapaian BNI adalah peningkatan Return on Equity (ROE), selama tiga tahun terakhir, dari 2020 hingga 2023. ROE BNI mencapai 15,2% tahun 2023, naik 120 basis poin dibandingkan pada 2019.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, menjelaskan bahwa kenaikan ini berkat upaya meningkatkan nilai modal dan efisiensi operasional. Perbaikan fundamental, termasuk kontribusi fee-based income dan kualitas aset, menjadi faktor penopang kesuksesan tersebut.

Selama periode 2020-2023, pertumbuhan kredit BNI mencapai rata-rata 7,9% per tahun, terutama dari segmen berisiko rendah. Segmen ini menghasilkan penurunan profil risiko yang tergambar dari ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko) untuk risiko kredit yang turun dari 82% di tahun 2019 menjadi 73% di tahun 2023.

 “Transformasi tiga tahun terakhir telah menjadi titik balik yang menguatkan fondasi bisnis BNI. Ini menandai komitmen kami untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan global,” terang Royke, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/1/2024).

BNI memiliki rencana ambisius untuk meningkatkan ROE hingga 20% pada tahun 2028. Hal ini akan dicapai melalui konsistensi dalam pertumbuhan kredit yang berkualitas serta peningkatan efisiensi operasional dan kontribusi perusahaan anak.

Profitabilitas perusahaan juga akan didorong oleh peningkatan produktivitas bisnis, efisiensi operasional serta kontribusi perusahaan anak. Untuk mewujudkannya, peningkatan kapabilitas SDM dan optimalisasi teknologi menjadi enablers yang penting. Transformasi yang telah berjalan tiga tahun juga memberikan pondasi untuk peningkatan kapabilitas SDM dan IT tersebut.

Agenda ke depan BNI termasuk perluasan digitalisasi, pengembangan platform transaction banking, transformasi cabang, dan peningkatan skala bisnis perusahaan anak untuk mempertahankan posisi unggul dalam memberikan nilai dan keterlibatan pelanggan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Mega (MEGA) Capai Rp3,36 Triliun pada 2025, Tumbuh 27,88%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan laba...

Penjualan Anjlok 61,76%, Panca Mitra Multiperdana (PMMP) Rugi US$122 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk...

Meski Penjualan Naik, Fajar Surya Wisesa (FASW) Rugi Rp1,13 Triliun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih emiten produsen kertas, yakni PT...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru