spot_img

Meski Penjualan Naik, Fajar Surya Wisesa (FASW) Rugi Rp1,13 Triliun pada 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Penjualan bersih emiten produsen kertas, yakni PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) pada tahun 2025 mencapai Rp8,10 triliun, naik sekitar 5,24% dari Rp7,69 triliun pada tahun 2024.

Penjualan FASW pada 2025 didominasi oleh penjualan ke pihak bukan berelasi yakni sebesar Rp6,19 triliun atau sekitar 76,46% dari total penjualan Perseroan. Adapun penjualan produk ke pihak berelasi hanya menyumbang Rp1,92 triliun.

Meski penjualan naik, menurut laporan keuangan per Desember 2025  yang diumumkan Selasa, 10 Februari 2026, emiten produsen kertas beraset Rp12,22 triliun per Desember 2025  itu masih menderita rugi bersih sebesar Rp1,13 triliun pada 2025, meningkat 2,78% dari rugi bersih Rp1,10 triliun tahun 2024.

Kerugian FASW tersebut disebabkan antara lain oleh kenaikan beban beban pajak penghasilan sebesar Rp169,21 miliar pada 2025.  Padahal, di tahun sebelumnya 2024, Perseroan masih mencatat manfaat pajak penghasilan Rp280,46 miliar.

Selain itu, beban lainnya FASW juga tercatat ikut membengkak sebesar 442% menjadi  Rp65,44  miliar pada 2025, dari tahun 2024 yang hanya Rp12,06 miliar.

Akumulasi berbagai kenaikan beban di atas menyebabkan emiten produsen kertas tersebut menderita rugi sebelum pajak sebesar Rp966,74 miliar pada tahun 2025, turun sekitar 30,23% dari Rp1,38 triliun pada tahun 2024.

Sekedar informasi, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW)  merupakan produsen kertas yang didirikan pada tanggal 29 Februari 1988. Perseroan memiliki kapasitas terpasang 1.300.000 metrik ton per tahun. Operasi komersialnya dimulai pada tahun 1989, kemudian melakukan IPO pada tanggal 19 Desember 1994.

Produk-produk Perseroan diperdagangkan di pasar domestik dan internasional, antara lain Kraft Liner Board dan Corrugated Medium Paper untuk kemasan kotak karton, serta Coated Duplex Board untuk kemasan display. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bidik Akuisisi Kapal LNG Baru, GTSI Siap Lanjutkan Ekspansi di 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) meraup...

Hari Ini, Merdeka Copper Gold (MDKA) Tawarkan Obligasi Rp2,3 Triliun, Dananya Untuk Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Mulai hari ini, Jumat 26 Juni 2026, Obligasi...

Laba Bank Mandiri (BMRI) Melesat 18,6% Jadi Rp23,3 Triliun per Mei 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru