back to top
Kamis, Januari 22, 2026
24.3 C
Jakarta

Investor Beralih ke Sektor Energi, Dow Jones Melonjak 260 Poin

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Senin (24/6/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (25/6/2024) WIB.

Mengutip CNBC International, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS naik lebih dari 260 poin atau 0,67%, menjadi 39.411,21. Sebaliknya, Indeks S&P 500 (SPX), justru turun 16,75 poin atau 0,31% mencapai 5.447,87. Indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga merosot 192,54 poin atau 1,09% menyentuh 17.496,82.

Ini adalah hari terburuk bagi Nasdaq sejak April. Sektor teknologi informasi menjadi yang paling terpuruk di S&P 500, turun lebih dari 2%. Sebaliknya, sektor energi melonjak 2,7%, sementara sektor keuangan dan utilitas masing-masing naik sekitar 1%.

Beberapa saham unggulan di Dow menunjukkan performa yang baik. JPMorgan Chase naik 1,3%, sedangkan Goldman Sachs dan Chevron masing-masing meningkat lebih dari 2%. Namun, Nvidia, raksasa teknologi, mengalami penurunan sekitar 6,7%, melanjutkan penurunan 4% dari pekan lalu yang mengakhiri delapan minggu berturut-turut kenaikan. Penurunan Nvidia terjadi setelah sempat menggeser Microsoft sebagai perusahaan paling bernilai di AS.

Meski terjadi penurunan, saham Nvidia masih naik hampir 140% sepanjang tahun ini. Menurut Larry Tentarelli, ahli strategi teknis di Blue Chip Daily Trend Report, penurunan Nvidia adalah “sehat”. Ia mengatakan bahwa kita melihat rotasi yang sehat dari teknologi ke sektor lain yang sempat mengalami penurunan.

Antusiasme terhadap kecerdasan buatan telah mengangkat pasar secara signifikan tahun ini. Investor juga menghadapi perubahan ekspektasi mengenai pemotongan suku bunga dan perlambatan ekonomi. S&P 500 telah naik 14% tahun ini setelah mencatatkan 31 kali penutupan rekor.

Pekan ini, investor menantikan data inflasi penting dari pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Mei, yang akan dirilis pada hari Jumat. Indikator ini merupakan favorit Federal Reserve dalam mengukur inflasi. Saham-saham baru saja mencapai rekor baru, dengan S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan tertinggi sepanjang masa. Wall Street pun memasuki minggu terakhir bulan Juni dan akhir semester pertama 2024 dengan catatan positif.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Melambung, Dow Jones Melejit 600 Poin Usai Trump Batalkan Tarif Eropa

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Beragam Usai Pidato Trump di Davos, Saham Tambang Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Bursa Saham Asia Berguguran, Ulah Trump Soal Tarif Picu Kekhawatiran Global

STOCKWATCH.ID (TOKYO) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik jatuh berguguran...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru