Sabtu, November 29, 2025
34.1 C
Jakarta

Harga Minyak Tergelincir 4%, Ketegangan Timur Tengah Mulai Mereda!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 4% pada penutupan perdagangan hari Selasa (8/10/2024) waktu setempat atau Rabu pagi (8/10/2024) WIB. Ini terjadi setelah gejolak di Timur Tengah mulai mereda, yang sebelumnya sempat memicu lonjakan harga. Penurunan ini menandai pembalikan tren setelah harga sempat melonjak tajam akibat kekhawatiran akan adanya serangan balik Israel terhadap Iran.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November ditutup turun US$3,57 atau 4,63% menjadi US$73,57 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Adapun harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember melemah US$3,75 atau 4,63% mencapai US$77,18 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Analis energi dari PVM, Tamas Varga, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak hanya sementara jika tidak ada gangguan nyata terhadap pasokan minyak. “Harga minyak tidak akan bertahan lama hanya karena persepsi risiko,” ujarnya. Hingga Selasa, harga minyak sudah melonjak lebih dari 7% setelah Iran meluncurkan 180 rudal balistik ke arah Israel pekan lalu. Ini membuat pasar khawatir bahwa Israel akan membalas dengan menyerang kilang minyak Iran.

Namun, Presiden AS Joe Biden secara terbuka meminta Israel untuk menahan diri dan tidak menyerang infrastruktur minyak Iran. Pejabat setempat menyebutkan bahwa Israel kemungkinan besar akan memprioritaskan serangan ke fasilitas militer dan intelijen Iran, bukan ke industri minyak.

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, pada Rabu di Pentagon. Pertemuan ini akan membahas situasi keamanan di Timur Tengah dan langkah-langkah selanjutnya.

Manish Raj, Managing Director Velandera Energy Partners, mengatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah sempat memicu aksi beli besar-besaran dari para investor. “Seruan perang di Timur Tengah mendorong investor untuk memborong minyak,” ungkapnya. Namun, banyak investor berpengalaman yang justru memilih menjual minyak ketika harga melonjak, kemudian membelinya kembali saat harga turun.

Selain dampak dari geopolitik, pasar juga kecewa dengan tidak adanya kebijakan stimulus baru dari pemerintah China dalam briefing pada Selasa. Sebelum ketegangan di Timur Tengah meningkat, pasar minyak sudah didera sentimen negatif akibat lemahnya permintaan dari China, importir minyak terbesar di dunia.

Svetlana Tretyakova, analis senior dari Rystad Energy, menyatakan bahwa meskipun konflik di Timur Tengah sempat memicu kenaikan harga, tidak ada bukti gangguan nyata pada pasokan minyak. Penurunan harga ini kemungkinan besar juga dipengaruhi aksi ambil untung setelah dua minggu kenaikan harga yang cukup signifikan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Emas Dunia Tergelincir Saat Libur Thanksgiving, Ternyata Ini Penyebabnya!

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak turun tipis...

Libur Thanksgiving Bikin Pasar Sepi, Harga Minyak Dunia Naik Tipis Gara-gara Isu Perang

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia bergerak naik pada...

Harga Emas Dunia Menguat Seiring Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak naik dan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru