Incar Dana IPO Rp299 Miliar, Hero Global Investment Tawarkan 1,3 Miliar Saham ke Publik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hero Global Investment Tbk (HGII), calon emiten yang menjalankan aktivitas perusahaan holding bidang energi baru terbarukan  berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau intial public offering (IPO) sebanyak 1,3 miliar saham dengan nominal Rp25 per unit.

Berdasarkan prospektus rencana penawaran umum perdana saham Perseroan dikutip dari laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/12/2024),  jumlah saham yang ditawarkan mencapai 20% dari modal disetor HGII  setelah IPO saham.

Penawaran umum saham HGII dilakukan pada 3-7 Januari  2025. Penjatahan saham HGII, dan distribusi saham secara elektronik dilakukan pada 7 dan 8 Januari 2025. Pencatatan saham HGII di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Januari 2025. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Harga perdana saham HGII dibanderol Rp200-Rp230 per unit. Dengan demikian, calon emiten yang menjalankan aktivitas perusahaan holding bidang energi baru terbarukan ini berpeluang mendapatkan tambahan modal sebesar Rp299 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi biaya-biaya emis,sebesar 66% akan digunakan Perseroan untuk melakukan setoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Siantar Sitanduk Energi (SSE), dan kemudian akan digunakan oleh SSE sebagai belanja modal dan sebagai modal kerja.

Sebesar 31% akan digunakan oleh Perseroan, untuk melakukan setoran modal kepada Perusahaan Anak, yaitu PT Multiprima Hidro Energi (MHE), dan kemudian akan digunakan oleh MHE sebagai belanja modal dan sebagai modal kerja.

Adapun sebesar 3% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama Grup Perseroan untuk pembayaran biaya operasional Perseroan, termasuk dan tidak terbatas untuk mendukung kegiatan eksplorasi sampai dengan biaya studi awal (pre-feasibility study) sehubungan dengan penentuan investasi dalam proyek EBT tenaga air maupun EBT lainnya (seperti biomassa, biogas maupun surya). (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Respons OJK atas Pengumuman MSCI: Reformasi Pasar Modal RI Diakui

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif...

Jawab BEI, Petrosea (PTRO) Ungkap Alasan Lepas KMS Senilai Rp1,73 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Petrosea Tbk (PTRO) memberikan penjelasan...

Besok, KPI Tender Sukarela 1,712% Saham MNC Energy Investment (IATA) senilai Rp53,002 Miliar

STOCKATCH.ID (JAKARTA) – PT Karya Pacific Investama (KPI), bidang...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru